JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Benarkah Ada Aktor Intelektual di Balik Teror Penembakan di Sragen?

Benarkah Ada Aktor Intelektual di Balik Teror Penembakan di Sragen?

554
BAGIKAN
Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus teror penembakan terhadap rumah rekanan proyek di Mapolres Sragen, Sabtu (22/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Insiden teror penembakan yang menimpa rumah salah satu rekanan proyek Priyo Dwi Sambodo (36), di Kampung Banjar Asri, Nglorog, dua hari lalu, memantik reaksi dari kalangan rekanan jasa konstruksi di Sragen. Mereka menilai permintaan jatah fee lelang proyek dinilai tak berdasar dan mendesak kepolisian mengusut tuntas kemungkinan adanya aktor intelektual dari aksi teror itu.

Desakan itu disampaikan salah satu senior rekanan di Sragen, Saiful Hidayat. Ia yang dua hari sebelum kejadian sempat didatangi dan ditelepon oleh salah satu pelaku berinisial SY alias KPK (40), mengatakan motif permintaan jatah fee dari kegiatan lelang proyek, terkesan janggal.

Sebab, menurutnya saat ini lelang proyek di Sragen sebagian besar masih dalam proses. Dari puluhan paket proyek fisik yang dilelangkan, menurutnya baru ada empat proyek beranggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sudah mulai dikerjakan, termasuk satu proyek yang dimenangkannya.

“Memang kemarin (KPK) sempat telepon dan datang ke rumah saya. Bilangnya minta mengerti tapi dia tidak vulgar bilang minta jatah fee proyek. Makanya kalau motifnya dikatakan minta jatah fee, jatah fee yang bagaimana. Wong lelang saja masih banyak yang dalam proses. Kenapa mintanya ke rekanan dan kenapa pula hanya diarahkan ke beberapa
rekanan saja. Kesannya kok agak aneh,” paparnya kepada Joglosemar,
Minggu (23/7/2017).

Sebaliknya, Saiful menduga aksi teror itu tidak menutup kemungkinan sengaja dilakukan untuk tujuan lain. Ia justru menengarai ada aktor intelektual yang sengaja memanfaatkan kedua pelaku untuk melakukan aksi teror dengan tujuan mengacaukan situasi lelang maupun pelaksanaan proyek di Sragen.

Karenanya ia mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus itu, termasuk
menguak kemungkinan adanya aktor yang bersembunyi di balik layar. Ia meyakini kedua pelaku hanya disuruh untuk menebar aksi teror saja. Meski demikian, ia mengaku insiden itu sama sekali tidak membuatnya merasa terancam atau mempengaruhi proses pengerjaan proyek yang dimenangkannya.

“Nggak terpengaruh. Justru ini mungkin jadi evaluasi dan akan membuat kami lebih berhati-hati untuk mengerjakan proyek lebih baik lagi. Tapi kami tetap berharap Polres bisa menuntaskan pengusutan termasuk aktor intelektualnya. Saya yakin pelaku hanya disuruh pihak tertentu,” tukasnya.

Sementara, saat ditemui seusai kejadian, Priyo Dwi Sambodo menyampaikan tidak mengenal pelaku. Dirinya juga merasa tidak memiliki masalah dan tidak sedang bermasalah dengan seseorang.

“Saya enggak tahu pelaku dan saya juga tidak punya masalah,” tuturnya.

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman mengungkapkan hasil dari keterangan saksi-saksi dan hasil olah TKP, semua mengerucutkan pada kesimpulan bahwa aksi teror berondongan tembakan yang dilakukan KPK bersama oknum TNI AU berinisial MM (41), asal Colomadu, Karanganyar, dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati.

Terkait indikasi adanya aktor intelektual di balik kasus itu, Kapolres
mengatakan belum bisa berkomentar. Menurutnya saat ini pihaknya masih mengintensifkan pengembangan penyelidikan dan akan memanggil beberapa
pihak terkait untuk menuntaskan kasus tersebut.(Wardoyo)