BikiN Gerah Warga Kalijambe, Peternakan Ayam Saiman Akhirnya Ditutup Paksa

BikiN Gerah Warga Kalijambe, Peternakan Ayam Saiman Akhirnya Ditutup Paksa

432
Ratusan warga dari 12 Rukun Tetangga (RT) di 3 Dukuh di Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo menggelar demo menggeruduk kantor balai desa setempat, Rabu (27/1). Mereka menuntut pemdes dan pihak terkait segera menutup enam kandang ayam milik Joko Suparno di Dukuh Mendeng yang sudah bertahun-tahun beroperasi tanpa izin.
Foto: Wardoyo

SRAGEN– Puluhan warga di Dukuh Botorejo, Desa Tegalombo, Kalijambe menggeruduk ke balai desa setempat untuk menuntut penutupan
usaha peternakan ayam milik Saiman (50), warga dukuh setempat, Senin (3/7/2017). Protes dilontarkan karena selain tak pernah izin lingkungan, kehadiran kandang itu juga dinilai berdampak menyengsarakan warga yang terimbas bau kotoran.

Tuntutan itu disuarakan oleh puluhan warga mulai dari Ketua RT, pemuda, tokoh masyarakat setempat. Mereka mendatangi balai desa untukmendesak pihak desa dan aparat terkait segera mengambil tindakan atas kandang tersebut.

Baca Juga :  Harga Tanah Rp 10.000 Berubah Jadi Rp 200, Korban Penggusuran Proyek Kedung Ombo Tuntut Ganti Rugi

“Pokoknya warga minta kandang ditutup karena belum ada izin warga. Lalu sejak ada kandang itu, lingkungan jadi tidak nyaman. Bau menyengat di mana-mana karena bangkai ayam dibuang semaunya sendiri,” ujar salah satu tokoh, Maryanto menyuarakan aspirasinya.

Situasi sempat memanas ketika warga mengetahui pemilik peternakan, Saiman mengakui bahwa dirinya memang belum mengantongi izin lingkungan. Namun, Saiman menyampaikan bahwa dia berani mendirikan peternakan karena sudah mendapat izin dari Kades.

Baca Juga :  Waduh, Dukun Tua Ini Tega Cabuli Siswi SLTA

Menyikapi situasi itu, Kasie Trantib Kalijambe, Agus Subagyo menyampaikan karena terbukti tidak mengantongi izin dari lingkungan, maka forum menyepakati agar pemilik peternakan sementara menghentikan operasionalnya sampai memiliki izin sesuai dengan ketentuan.

Operasional kandang juga sementara ditutup lantaran pemilik hanya bisa
menunjukkan izin dari kelurahan saja.

“Kalau hanya izin lurah kan belum bisa dijadikan dasar untuk mendirikan usaha. Makanya tadi kesepakatannya, sementara ditutup dulu peternakannya, sambil menunggu pemilik mengurus dan melengkapi
perizinannya,” jelasnya. Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN