JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Bongkar Jaringan Sabu di Karanganyar, Polisi Amankan Empat Pengedar

Bongkar Jaringan Sabu di Karanganyar, Polisi Amankan Empat Pengedar

125
BAGIKAN
Ilustrasi sabu. Foto : Dok

KARANGANYAR—Tim Satres Narkoba Polres Karanganyar berhasil membongkar jaringan peredaran sabu yang selama ini ditengarai mengendalikan peredaran sabu di wilayah Karanganyar.

Sebanyak empat tersangka yang berperan sebagai pengedar dibekuk dengan satu di antaranya diketahui sebagai pemasok.

Empat tersangka pengedar itu berinisial SA alias A (22) warga Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, WG alias Warsito (30) warga Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, dan ES (33) warga Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu.

Satu tersangka terakhir yang berperan sebagai pemasok mereka diketahui berinisial BAR alias Bambang (38) warga Pucangsawit, Jebres, Solo.

Keempatnya ditangkap melalui penggerebekan secara beruntun pada Rabu (12/7/2017) dengan BAR menjadi tersangka terakhir yang dicokok.

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak melalui Wakapolres Kompol Prawoko mengungkapkan, terbongkarnya jaringan peredaran sabu itu berawal dari informasi masyarakat terkait rencana transaksi sabu yang akan dilakukan oleh SA dan WG di areal persawahan Dusun Ngluwak, Desa Jatikuwung, Kecamatan Jatipuro.

Saat keduanya tengah menunggu pengedar lainnya yang memesan barang, tim langsung menyergap dan melakukan penggeledahan. Dari keduanya diamankan dua paket sabu dengan berat 0,29 gram dan 0,27 gram.

“Dari penangkapan SA dan WG itulah akhirnya diperoleh data pengembangan bahwa sabu yang mereka punya itu diperoleh dari tersangka berinisial ES. Lalu ditindaklanjuti dengan penyelidikan sebelum kemudian menggerebek dan menangkap ES,” ungkap Prawoko, Kamis (13/7/2017).

Bak bola salju, tertangkapnya ketiga tersangka ternyata menjadi pemantik data untuk menangkap tersangka terakhir, BAR yang disebut-sebut sebagai pemasok.

Dari keterangan ES pun mengembang bahwa selama ini candu haram yang ia pasok ke SA dan WG, diperoleh dari BAR, yang diketahui berprofesi sebagai sopir bus malam.

Tanpa banyak pikir, tim langsung melacak keberadaan BAR yang kemudian terdeteksi di Jebres dan langsung ditangkap. Menurut Prawoko, keempat tersangka berikut barang bukti yang disita, saat ini sudah diamankan di Mapolres untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut.

Para tersangka bakal dijerat pasal 114 (1) subsider pasal 112 (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Sementara, menurut pengakuan BAR, sabu tersebut diperoleh dari seseorang di Jakarta. BAR mengaku membeli barang tersebut setelah menerima pesanan.

Wardoyo