JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Bontosan Bambu Ini Bisa Jadi Mbah Jenggot

    Bontosan Bambu Ini Bisa Jadi Mbah Jenggot

    70
    BAGIKAN
    Joglosemar | Aris Arianto
    KUALITAS EKSPOR- Warga Desa Pulutan Kulon, Kecamatan Wuryantoro, memilih aneka barang seni berbahan tonggak bambu di halaman balai desa setempat, baru-baru ini.

    Pengantar
    Di tangan seorang Sudiyarsono, pokok batang atau tonggak bambu yang semula limbah, disulap menjadi barang seni nan indah. Karyanya itupun kini merambah pasar Eropa.

    Aris Arianto

    ———————

    Panas terik mentari tidak menyurutkan rasa keingintahuan warga Desa Pulutan Kulon Kecamatan Wuryantoro terhadap ratusan barang yang dipajang di atas meja, di halaman balai desa setempat. Mereka langsung mengerumuni barang-barang itu, sambil sesekali memegang sekaligus mengagumi keindahannya.

    “Tidak mengira, padahal ini hanya bontosan (tonggak bambu), bisa diukir menjadi patung wajah manusia. Ada yang dibuat menjadi patung bebek bersepatu juga,” ujar salah satu warga, Sriningsih.

    Kekaguman warga lantas berubah pada rasa ingin memiliki. Tidak menunggu terlalu lama, sejumlah kocek pun mengalir dari warga ke tangan penjual barang seni tersebut.

    “Saya beli yang patung bebek, karena lucu, bisa buat dipajang di rumah. Tadi harganya Rp 15.000, murah dan awet,” sebut dia.

    Tak hanya dia, warga lainnya juga banyak yang membeli barang-barang itu. Bahkan ada yang memborong hingga empat buah sekaligus. Pendek kata, si penjual barang itu laris manis tanjung kimpul-barang habis duit mengumpul, alias panen untung.

    Si penjual barang adalah Sudiyarsono (40). Dia merupakan warga asli Dusun Mojo, Desa Pulutan Kulon. Dia pula yang membuat aneka barang seni dari bahan baku tonggak bambu. Sudah belasan tahun dia menggeluti bisnisnya tersebut.