Buntut Kisruh Pimpinan Banggar DPRD Sragen, Komisi Kompak Mogok Bahas APBD

Buntut Kisruh Pimpinan Banggar DPRD Sragen, Komisi Kompak Mogok Bahas APBD

172
KOSONG MELOMPONG- Deretan kur ruangan paripurna, terlihat kosong melompong karena banyak anggota DPRD yang mangkir pada saat sidang paripurna, Senin (24/2). Wardoyo

SRAGEN– Insiden kudeta pimpinan dan pemutusan sepihak pada rapat pemanggilan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang berujung aksi Walk out (WO) anggota di rapat badan anggaran (Banggar) membahas Perhitungan APBD 2016 Senin (10/7/2017), berbuntut panjang. Empat komisi DPRD kompak tidak menggelar pembahasan lanjutan yang sedianya digelar Selasa (11/7/2017).

Pantauan Joglosemar, dari pagi hingga siang kemarin, tidak ada komisi yang menggelar rapat membahas perhitungan APBD 2016. Sejumlah pejabat eksekutif yang hadir, terpaksa harus pulang karena sebagian besar anggota Komisi tidak datang.

Ketua Komisi IV, Suharjo menyampaikan komisinya memang tidak menggelar rapat karena jumlah yang hadir tidak kuorum. Sebagian anggota tidak hadir karena ada yang sakit, hingga menikahkan anaknya.

Baca Juga :  Curahan Hati Kecewanya Warga dan Tokoh Masaran Usai Tahu Jembatannya Batal Dibangun

“Tadi saya datang tapi anggota pada nggak hadir. Jadi enggak kuorum. Saya lanjut manasik haji,” paparnya.

Ketua Komisi II, Sri Pambudi menyampaikan memang tidak datang dan menggelar rapat komisi, lantaran belum ada rekomendasi dari Banggar ke komisi untuk mengadakan rapat. Sementara rapat Banggar pada Senin (11/7/2017) diketahui tidak memenuhi kuorum sehingga di kalangan unsur pimpinan dinilai belum ada keputusan dan tidak sah.

“Padahal urutannya dari rapat Banggar membuat rekomendasi untuk dilanjutkan pembahasan di komisi. Karena Banggar tidak kuorum dan belum ada rekomendasi, kami juga tidak berani menggelar rapat. Kami menunggu Banggar dulu dan mestinya Banmus menjadwalkan kembali untuk rapat Banggar dan buat rekomendasi,” jelasnya.

Baca Juga :  TNI Tegaskan Siap Kawal Pembubaran Ormas

Senada, dari Komisi III, Mualim Sugiyono menyampaikan rapat di komisinya juga ditiadakan karena tidak kuorum. Sepengetahuannya, kemarin dari 10 anggota Komisi III hanya 4 yang datang. Ia sendiri menilai rapat juga belum bisa digelar lantaran rapat Banggar sehari sebelumnya tidak kuorum dan belum ada keputusan di tingkat Banggar.

“Kami masih menunggu pembahasan dari Banggar dulu. Karena secara urutan dan aturan memang begitu,” jelasnya.

Beberapa pejabat eksekutif yang hadir di DPRD kemarin juga terpaksa pulang dengan tangan hampa. Termasuk Sekda Tatag Prabawanto yang juga harus balik kanan karena rapat komisi urung digelar. Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN