JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Buntut Kisruh Pimpinan Banggar, Komisi Kompak Mogok Bahas APBD

Buntut Kisruh Pimpinan Banggar, Komisi Kompak Mogok Bahas APBD

166
BAGIKAN
ilustrasi pengadilan. Foto : mexicoinstitute

SRAGEN—Insiden kudeta pimpinan dan pemutusan sepihak pada rapat pemanggilan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang berujung aksi walk out (WO) anggota di rapat Badan Anggaran (Banggar) membahas perhitungan APBD 2016, Senin (10/7/2017), berbuntut panjang.

Empat komisi DPRD kompak tidak menggelar pembahasan lanjutan yang sedianya digelar Selasa (11/7/2017) kemarin.

Pantauan Joglosemar, dari pagi hingga siang tidak ada komisi yang menggelar rapat membahas perhitungan APBD 2016. Sejumlah pejabat eksekutif yang hadir terpaksa harus pulang karena sebagian besar anggota komisi tidak datang.

Ketua Komisi IV, Suharjo menyampaikan, komisinya memang tidak menggelar rapat karena jumlah yang hadir tidak kuorum. Sebagian anggota tidak hadir karena ada yang sakit hingga menikahkan anaknya. “Tadi (kemarin) saya datang, tapi anggota pada nggak hadir. Jadi nggak kuorum. Saya lanjut manasik haji,” katanya.

Ketua Komisi II, Sri Pambudi menyampaikan, memang tidak datang dan menggelar rapat komisi lantaran belum ada rekomendasi dari Banggar ke komisi untuk mengadakan rapat.

Sementara rapat Banggar pada Senin (11/7/2017) diketahui tidak memenuhi kuorum, sehingga di kalangan unsur pimpinan dinilai belum ada keputusan dan tidak sah.

“Padahal urutannya dari rapat Banggar membuat rekomendasi untuk dilanjutkan pembahasan di komisi. Karena Banggar tidak kuorum dan belum ada rekomendasi, kami juga tidak berani menggelar rapat. Kami menunggu Banggar dulu dan mestinya Banmus menjadwalkan kembali untuk rapat Banggar dan buat rekomendasi,” jelasnya.

Senada, dari Komisi III, Mualim Sugiyono menyampaikan, rapat di komisinya juga ditiadakan karena tidak kuorum. Sepengetahuannya, kemarin dari 10 anggota Komisi III hanya empat yang datang.

Ia sendiri menilai rapat juga belum bisa digelar lantaran rapat Banggar sehari sebelumnya tidak kuorum dan belum ada keputusan di tingkat Banggar.

Beberapa pejabat eksekutif yang hadir di DPRD kemarin juga terpaksa pulang. Termasuk Sekda Tatag Prabawanto yang juga harus balik kanan karena rapat komisi urung digelar.

Wardoyo