JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Buntut “Kudeta” Pimpinan Sidang Perhitungan APBD Sragen, Belasan Legislator Rame-Rame Menghilang

Buntut “Kudeta” Pimpinan Sidang Perhitungan APBD Sragen, Belasan Legislator Rame-Rame Menghilang

593
BAGIKAN
Ilustrasi rapat DPRD

SRAGEN– Tak hanya pembahasan proyek DAK dengan DPU, kisruh juga merembet ke rapat pembahasan perhitungan APBD 2016 antara Banggar DPRD dan eksekutif Senin (10/7/2017). Kecewa dengan sikap pimpinan, belasan anggota Banggar memilih walk out (WO) dan meninggalkan arena sidang tanpa kembali.

Agenda rapat yang sedianya untuk pembekalan pembahasan di tingkat
komisi-komisi itu dipimpin oleh Ketua DPRD, Bambang Samekto. Rapat dimulai setelah pembahasan pertama dengan DPU dan eksekutif yang berakhir tanpa putusan.

Awalnya rapat diikuti hampir semua anggota Banggar hingga sejumlah 20an orang. Namun begitu dijeda rehat dan akan dilanjutkan kembali, belasan anggota Banggar mendadak menghilang dan tidak kembali.

Meski demikian, pimpinan sidang tetap melanjutkan dan menandatangani rapat itu. Keputusan pimpinan itu mengundang kecaman dari anggota Banggar dan Fraksi. Mereka menilai tak seharusnya ada penandatangan putusan lantaran dari DPRD hanya ada 5 orang dan secara hitungan tidak memenuhi kuorum.

“Jadi tadi sebenarnya tidak kuorum karena banyak anggota yang keluar dan tidak kembali. Makanya kalau tetap dilanjutkan dengan pembahasan di komisi besok (hari ini), kami menilai pembahasan besok sudah cacat hukum. Karena belum ada pembekalan ke komisi,” ujar anggota Fraksi APD, Inggus Subaryoto.

Senada, Wakil Ketua DPRD dari FPG, Bambang Widjo Purwanto menilai rapat memang tidak kuorum dan mestinya tidak bisa dilanjutkan. Ia memandang rapat pembahasan APBD itu tidak bisa dijadikan satu agenda dengan pemanggilan DPU, karena topiknya sudah berbeda.

Sementara, Ketua Fraksi PKB, Faturrahman juga membenarkan adanya aksi WO seusai rehat dari anggota Banggar yang diduga kecewa dengan sikap pimpinan sidang yang mendadak menutup rapat pertama tanpa ada putusan dan kejelasan dari DPU.

Terpisah, Ketua DPRD, Bambang Samekto dan Waket Hariyanto menilai rapat tetap sah karena sudah ditandatangani oleh semua unsur pimpinan.

Ia menyampaikan pembahasan tetap berlanjut lantaran dikejar target dari Gubernur bahwa akhir 31 Juli pembahasan perhitungan APBD 2016 harus sudah selesai. Wardoyo