JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Bupati Boyolali : Pemdes Jangan Ambil Keuntungan Dari Prona

Bupati Boyolali : Pemdes Jangan Ambil Keuntungan Dari Prona

167
BAGIKAN
Joglosemar | Ario Bhawono
Bupati Boyolali Seno Samodro bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat acara di RS Natalia Boyolali, beberapa waktu lalu.

BOYOLALI—Bupati Boyolali Seno Samodro mewanti-wanti seluruh pemerintah desa (Pemdes) untuk tidak mengambil keuntungan pribadi dalam kepengurusan sertifikat tanah di program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona).

Seluruh kepala desa (kades) juga diminta ikhlas dalam melayani masyarakat demi kesuksesan program tersebut.

“Prona merupakan program nasional. Dalam melayani program ini, seluruh Pemdes dilarang mengambil keuntungan. Seluruh kades harus bekerja dengan maksimal,” kata Seno, Jumat (7/7/2017).

Ia juga meminta agar seluruh panitia pelaksana tidak mematok harga yang tinggi. Menurutnya, yang terpenting adalah biaya administrasi dan patok dibikin seminimal mungkin.

“Sedangkan untuk para petugas pengukur tanah saya yakin dapat bekerja maksimal sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat,” imbuh Seno.

Ia melanjutkan, Prona merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam memberikan kepastian hukum atas hak tanah bagi masyarakat. Di Kabupaten Boyolali pada tahun 2017 target penerbitan sertifikat dalam program Prona mencapai 20.000 lembar.

Namun target tersebut agaknya sulit tercapai, karena hingga Juli ini jumlah pemohon baru sekitar 10.000 orang. Untuk itu, Seno meminta seluruh perangkat desa benar-benar bekerja dengan maksimal demi suksesnya program Prona.

Sekadar diketahui, untuk mengejar target penerbitan 20.000 lembar sertifikat, Pemkab Boyolali telah melakukan sejumlah langkah.

Salah satunya yakni meminta seluruh Pemdes dan kecamatan untuk kembali melakukan pendataan bidang tanah yang belum bersertifikat agar ikut program Prona.

Satria Utama