Bupati Karanganyar Tolak Desakan Audit Proyek Pasar Burung Nglano

Bupati Karanganyar Tolak Desakan Audit Proyek Pasar Burung Nglano

83
Joglosemar | Wardoyo
INSPEKSI DPRD- Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto didampingi Ketua Komisi
B Tony Hatmoko saat mengecek kondisi bangunan kios Pasar Burung Nglano
yang 14 atapnya mendadak ambrol, Sabtu (1/7).

KARANGANYAR—Kasus ambruknya kanopi dan teras di 14 kios dari 28 kios di kompleks Pasar Burung Nglano, Tasikmadu menjadi sorotan oleh tiga fraksi dalam paripurna LPJ APBD 2016, Kamis (6/7/2017).

Sementara, Bupati Karanganyar Juliyatmono menolak desakan DPRD untuk dilakukan audit terhadap proyek pasar burung yang baru lima bulan selesai dibangun itu.

Penegasan itu disampaikan Yuli seusai menghadiri paripurna. Ia mengatakan, tak sependapat dengan rencana audit investigasi yang diwacanakan oleh pimpinan dan sejumlah ketua fraksi DPRD terhadap proyek Pasar Burung Nglano yang ambruk terasnya itu.

Menurutnya, audit tak perlu dilakukan lantaran sudah ada audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Saya pikir nggak perlu ada audit lagi. Toh (audit) sudah dilakukan oleh BPK,” katanya.

Menurut Yuli, insiden runtuhnya kanopi di separuh kompleks bangunan Pasar Burung itu merupakan kejadian di luar dugaan. Yang terpenting, pihaknya sudah bertindak dengan memanggil pihak terkait untuk melakukan perbaikan.

Yuli juga menegaskan ambruknya kanopi pasar burung itu akan dilakukan evaluasi lebih lanjut. Sebaliknya, ia meminta agar kasus tersebut tidak didramatisir sehingga melebar ke mana-mana.

“Jangan didramatisir. Yang terpenting ke depan harus lebih cermat lagi. Saya juga mengingatkan kepada pengawas agar lebih teliti lagi dalam hal pengawasan,” tegasnya.

Di sisi lain, di forum paripurna itu, kasus ambruknya kanopi pasar burung benar-benar ditelanjangi oleh sejumlah fraksi. Tercatat ada Fraksi PDIP, Demokrat, dan PKB yang menjadikannya sebagai topik pertanyaan utama di hadapan paripurna.

“Kami mempertanyakan, kenapa pasar burung yang baru selesai ambruk,” kata Hudianto, juru bicara Fraksi Demokrat.

Sementara itu, anggota Fraksi PDIP, Endang Muryani menilai ambruknya kanopi pasar burung tersebut lebih disebabkan karena rendahnya kualitas bangunan.

Menurutnya, pembangunan dilakukan tidak sesuai dengan standar teknik, sehingga evaluasi mutlak diperlukan untuk menguak ada apa di balik ambruknya kanopi yang baru berumur lima bulan tersebut.

Ketua DPRD Karanganyar Sumanto bahkan mendesak agar dilakukan audit investigasi secara  menyeluruh. Ia menilai ada yang salah dalam proses pembangunan pasar burung itu, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Wardoyo

BAGIKAN