JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Cara RSJD Solo Peringati Hari Anak Nasional, “Klinik” Tumbuh Kembang Sedot Perhatian

Cara RSJD Solo Peringati Hari Anak Nasional, “Klinik” Tumbuh Kembang Sedot Perhatian

19
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
KONSULTASI KEJIWAAN ANAK- RSJD dr.Arifin Zainudin Surakarta gelar konsultasi kejiwaan anak di Solo Car Free Day Jalan Slamet Riyadi, Minggu (23/7). Konsultasi geratis tersebut di gelar dalam rangka hari anak nasional 2017.

Anak adalah segalanya bagi orangtua. Namun tidak jarang tindakan “memanjakan” justru berdampak buruk pada tumbuh kembang si buah hati.

Ferdias salah satu pengunjung Car Free Day Jalan Slamet Riyadi, Minggu (23/7/2017) pagi terlihat tengah melakukan konsultasi di “klinik” konsultasi tumbuh kembang anak yang digagas Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Solo. Ia mengaku menyempatkan diri berkonsultasi terkait perkembangan putri pertamanya yang berusia 3 tahun.

Warga Colomadu, Karanganyar tersebut  juga membebaskan putrinya, Insyiraiya Aimediva Myreen memanfaatkan berbagai macam permainan edukatif yang disediakan RSJD Surakarta. Mulai dari trampolin mini, ular tangga hingga tenda terowongan disediakan untuk memfasilitasi gerak motorik setiap anak yang berkunjung.

Ya, Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, RSJD Solo sengaja menggelar “klinik” konsultasi tumbuh kembang anak di depan Pengadilan Negeri Surakarta. “Klinik” tersebut nyatanya menyedot perhatian banyak pengunjung CFD.

“Fasilitas seperti ini sangat menguntungkan bagi para orangtua. Apalagi konsultasinya gratis, pasti banyak yang memanfaatkan. Setiap orang tua memang harus menyadari perannya dan memantau tumbuh kembang anak dengan seksama. Menyayangi anak bukan berarti memanjakan, namun melalui perhatiannya. Jangan anak cuma dikasih gadget agar diam, padahal kalau belum cukup umur bisa disalahgunakan dan bisa menghambat tumbuh kembang anak,” urai Ferdias di sela aktivitas menunggui putrinya.

Hal itu dibenarkan Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Anak Remaja RSJD Surakarta, dr Aliya Himawati. Menurutnya, kesadaran para orangtua untuk mengetahui ada tidaknya gangguan tumbuh kembang pada anaknya meningkat selama tiga tahun terakhir ini.

Selain itu, para orangtua juga sudah tidak lagi “malu” jika mendapati putra-putrinya mengalami gangguan tumbuh kembang.

“Namun kami tetap mempromosikan diri terkait Klinik Tumbuh Kembang anak ini agar layanan untuk anak-anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang semakin maksimal.

Dan ini klinik terpadu karena ada Dokter Spesialis Anak, Psikiater dan Terapis di dalamnya. Dengan begitu penanganan gangguan tumbuh kembang pada anak bisa dilakukan optimal,” ujarnya.

Sementara itu, dr Aliya mencatatkan meningkatnya tren kasus anak menolak sekolah dan kecanduan gadget akhir-akhir ini. Untuk itu, pihaknya menekankan pada setiap orangtua yang datang konsultasi untuk tidak memberikan “kebebasan” pada anak perihal penggunaan gadget tersebut.

“Penolakan sekolah dan adiksi atau kecanduan gadget itu pada akhirnya saling berhubungan dan kasusnya bisa 2-3 yang masuk setiap bulannya. Maka untuk menciptakan generasi cerdas, ceria dan berprestasi sesuai tema peringatan Hari Anak Nasional ini, orangtua wajib mengenalkan gadget dan media sosial ke anak sesuai usianya,” tukasnya.

Triawati Prihatsari Purwanto