JOGLOSEMAR.CO Foto Cerita Dibalik Jatuhnya Helikopter Basarnas di Temanggung, Komandan Regu ke Dieng Ternyata...

Cerita Dibalik Jatuhnya Helikopter Basarnas di Temanggung, Komandan Regu ke Dieng Ternyata asal Wonogiri

1319
BAGIKAN
Grafis kronologi jatuhnya helikopter Basarnas di Temanggung, Minggu (2/7/2017). Grafis : Joglosemar

Lebaran hari kedua, Senin (26/6/2017) lalu menjadi pertemuan terakhir Catur Bambang Sulistyo (30) dengan keluarganya di Kecamatan Sidoharjo dan Girimarto, Wonogiri.

Dia kemudian kembali bertugas dan tewas dalam kecelakaan jatuhnya helikopter milik Badan SAR Nasional (Basarnas) saat akan bertolak ke kawasan kawah Sileri Dieng, Minggu (2/7/2017).

Dua buah rumah di dua kecamatan berbeda yang berjarak sekitar 10 kilometer itu menunjukkan pemandangan yang serupa pada Senin (3/7/2017).

Sama-sama dipenuhi kursi berjajar dan dinaungi teduhnya tenda tarub atau kajang. Sementara di kanan kiri kedua rumah terpasang berderet karangan bunga tanda ucapan berbelasungkawa.

Ratusan orang terlihat menyemut di kedua rumah tersebut. Sesekali belasan pria yang berdiri di jajaran paling depan, menyalami tamu yang terus saja berdatangan.

Joglosemar | Aris Arianto
LEBARAN TERAKHIR-Jajaran Polres Wonogiri melayat di rumah duka Girimarto.

Kedua rumah itu adalah milik orang tua dan mertua Catur Bambang Sulistyo, korban jatuhnya helikopter milik Basarnas di Gunung Butak, Temanggung.

Rumah orang tuanya berada di Kelurahan Kayuloko RT 2 RW 3, Kecamatan Sidoharjo. Sedangkan rumah mertuanya berada di Desa/Kecamatan Girimarto, RT 2 RW 1.

“Almarhum dari Semarang melalui jalur darat, kemudian disemayamkan dulu di rumah mertuanya di Girimarto. Selanjutnya dibawa dan dimakamkan di Kayuloko,” ujar Cipto, warga Kayuloko.

Sukarjo, paman almarhum menuturkan seakan tidak bisa percaya dengan kepergian Bambang. Sosok Bambang masih terbilang muda dan enerjik. Terlebih almarhum baru saja pulang kampung saat Lebaran kemarin.