JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Dampak Lelang Berlarut, 6 Proyek Jalan Gagal Dapat Pemenang, 2...

Dampak Lelang Berlarut, 6 Proyek Jalan Gagal Dapat Pemenang, 2 Jembatan Ambrol Batal Dibangun

707
BAGIKAN

SRAGEN– Karut maut pelelangan proyek infrastruktur di Dinas
Pekerjaan Umum (DPU) Sragen ternyata tak kunjung berakhir. Setelah 30 paket proyek yang dinyatakan menang mendadak dilelang ulang, kini sebanyak 6 paket proyek jalan dan jembatan kembali gagal mendapat pemenang.

Data yang dihimpun dari Komisi III DPRD, enam paket proyek yang kembali gagal mendapat pemenang lelang pada lelang kedua itu masing-masing proyek Jalan Kroyo-Mlokolegi Rp 4,03 M dari DAK, jalan Jenar-Banyuurip Rp 11,26 M, Prayungan-Gesi Rp 8 M, Bener-Wareg Rp 3,5 M, dan dua jembatan masing-masing Jembatan Katukan Rp 299 juta dan Pungsari, Krikilan Rp 2,49 M.

Sementara dua proyek jembatan yakni Jembatan Mbejingan di Masaran dan
Musuk di Sambirejo yang masing-masing beranggaran Rp 2 miliar lebih itu juga terpaksa batal dibangun. Kabag Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Setda Sragen, Tedi Rosanto saat diklarifikasi DPRD menyampaikan Jembatan Musuk batal dikarenakan kajian dari Balai Besar
Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) kondisi tanah labil sehingga tidak memungkinkan dibangun jembatan.

Sedangkan Jembatan Mbejingan terpaksa batal lantaran waktu pengerjaan yang tinggal 5 bulan dinilai tidak memungkinkan.

“Sudah didrop semua (dua jembatan) itu. Karena pertimbangannya ada permohonan dari BBWSBS dan yang Mbejingan, waktu tersisa tinggal lima bulan tidak
memungkinkan,” paparnya.

Kegagalan itu memantik reaksi keras dari DPRD. Anggota Komisi III, Muh Haris Effendi menilai hal itu menambah catatan buruk kinerja DPU yang di tahun 2017 ini sudah gagal memenuhi target.

Menurutnya kegagalan lelang yang sampai tiga kali tanpa pemenang, dua proyek batal itu mestinya menjadi tamparan keras bagi pemerintahan di tengah tingginya harapan masyarakat merindukan perbaikan infrastruktur. Lelang ulang sampai dua kali itu juga menjadi yang
pertama dalam sejarah pelelangan di Sragen.

“Singkatnya ini menambah merah rapor DPU dan kami anggap memang nggak bisa bekerja. Bayangkan lelang molor 3 bulan, sampai ada yang harus dibatalkan. Lalu sampai 3 kali lelang, nggak ada pemenang. Ini kan sangat tidak masuk akal. Akhirnya rakyat juga yang dikorbankan. Harusnya sudah menikmati jalan dan jembatan bagus, malah batal,”
ujarnya geram.

Anggota Komisi III dari Demokrat, Mualim Sugiyono menyayangkan karut marut lelang di 2017. Menurutnya hal itu tak lepas dari ketidakprofesionalan DPU dan LPBJ dalam mengemban tugas di tengah gembar-gembor pemerintah yang ingin menuntaskan infrastruktur di dua tahun pertama.

“Jelas dampaknya ke masyarakat pasti akan kecewa berat proyek molor bahkan ada yang batal. Saya justru kasihan bupati karena semua itu nanti muaranya yang jadi sasaran masyarakat adalah bupati juga,” tukasnya.

Karenanya tragedi lelang 2017 ini diharapkan menjadi pembelajaran dan
evaluasi bagi perjalanan pemerintahan Yuni-Dedy. Ia sangat berharap ke depan kejadian 2017 tidak terulang sehingga program pemerintah bisa berjalan lancar dan hak masyarakat merasakan pembangunan infrastruktur juga terpenuhi. Wardoyo

  • Bastian Alwi

    BPK & KPK harus turun