JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Miris, Gadis Asal Gemolong Ini 24 Tahun Hanya Tergolek Didera Lumpuh Layu....

Miris, Gadis Asal Gemolong Ini 24 Tahun Hanya Tergolek Didera Lumpuh Layu. Kondisi Orangtuanya Mengenaskan

3520
BAGIKAN
Joglosemar | Wardoyo
BUTUH ULURAN TANGAN—Salah satu psikolog Dinsos Sragen, Dewi Novita dan komunitas Tebu Sragen saat menyambangi Rina Hariyani (27) pasien penderita lumpuh layuh puluhan tahun asal Kwangen, Gemolong, Selasa (18/7/2017).

Pengantar

Berawal karena jatuh dan lantas kejang-kejang membuat perempuan 27 tahun ini menderita hingga saat ini. Uluran tangan pun sangat dibutuhkannya.

Wardoyo

———————-

Kondisi keterbatasan ekonomi memang selalu menghadirkan sisi miris bagi kaum duafa. Tak terkecuali, Rina Hariyani (27), warga tidak mampu asal Dukuh Kwangen, Ngembat Padas, Gemolong yang terpaksa harus pasrah puluhan tahun menerima takdir mengidap lumpuh layuh.

Miris, begitulah kata yang terlontar jika melihat kondisi bungsu dari pasangan Suhari (67)-Ginem (50) itu. Di usia 27 tahun, Rina Hariyani hanya bisa tergolek lemah di kasur lantai rumah sederhana berukuran 5 x 10 meter di Dukuh Kwangen RT 4/1 itu.

Tubuhnya mengecil dengan gerak sangat terbatas. Kondisi itu membuat gadis itu lebih banyak tergolek tanpa bisa beraktivitas. Jangankan berjalan, untuk makan minum dan buang air pun harus dibantu orangtuanya.

“Sebenarnya lahirnya normal. Dulu pas umur 3 tahun, sudah bisa jalan dan bicara manggil Ibu, Simbah gitu. Sampai suatu hari dia jatuh dan mendadak langsung panas disertai kejang-kejang seperti step,” tutur Ginem, sang ibu yang setia mendampingi putrinya

Insiden jatuh dan kejang-kejang itu rupanya menjadi awal petaka dan penderitaan bagi Rina. Meski bisa sembuh, sejak saat itu Rina menjadi sering terjatuh disertai kejang. Keseringan itu perlahan membuat daya tahan tubuhnya melemah dan tubuhnya mengurus. Sampai akhirnya, ia mengalami lumpuh total di usia 10 tahun.