JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Dishub Bakal Evaluasi Efektivitas Tol Soker

Dishub Bakal Evaluasi Efektivitas Tol Soker

67
BAGIKAN
Pemandangan di jalur tol Soker wilayah Klodran, dengan latar belakang jembatan layang Klodran yang menjadi salah satu titik dengan view terindah serta menjadi lokasi favorit untuk selfie. Joglosemar/Wardoyo

SOLO – Operasi Ramadhania berakhir. Kualitas rest area, pelanggaran parkir dan efektivitas tol Solo-Kertosono (Soker) jadi poin evaluasi.

Ketua Panitia Masa Angkutan Lebaran Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, M Usman mengatakan secara resmi dinas perhubungan belum melakukan evaluasi.

Namun demikian, setidaknya ada tiga persoalan yang menjadi bagian dalam evaluasi. “Kualitas rest area, pelanggaran parkir dan efektivitas tol Soker akan masuk dalam daftar evaluasi kami,” ujarnya Senin (3/7/2017)

Usman mengungkapkan kualitas dan pelayanan rest area perlu ditingkatkan. Tahun depan rest area diharap menyediakan layanan pijat bagi pemudik yang singgah.

Pasalnya, Usman melihat rest area yang didirikan Pemkot Surakarta menjadi tujuan para pemudik untuk melepas lelah dan penat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Lanjut Usman, secara umum lalu lintas Kota Solo selama arus mudik dan arus balik relatif terkendali. Namun demikian diakuinya pada H-3 hingga H-1 Lebaran kepadatan lalu lintas terjadi di sejumlah titik, khususnya pasar tradisional dan pusat perbelanjaan, misalnya kawasan Pasar Gede dan Singosaren.

Tol Solo-Kertosono saat dibuka pada arus mudik tahun lalu. Foto : Dok Joglosemar

Selain itu, pelanggaran parkir dan penjatuhan sanksi gembok juga mewarnai suasana arus mudik lebaran.  “Pada H-2 dan H-1 banyak pelanggaran parkir di Pasar Gede. Sebagian besar dari luar kota. Mereka pemudik yang tidak faham kalau di situ ada larangan parkir,” ujarnya.

Usman menambahkan, kepadatan lalu lintas tergolong turun dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya kondisi ini merupakan dampak dari dibukanya pintu Tol Ngasem dan Klodran.

Namun demikian, Usman berharap tahun depan jam operasional pintu diperpanjang. Pasalnya, pintu tol hanya beroperasi hingga pukul 17.00 WIB. Padahal menurut Usman, para pemudik tiba di Solo malam hari.

Sementara itu Kapolresta Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo mengaku telah menarik pasukan yang bertugas di pos-pos pengamanan. Ia menambahkan secara keseluruhan Ops Ramadhania berjalan aman dan lanjar. Ia membenarkan pembukaan pintu tol cukup mengurangi kepadatan lalu lintas.

#Arief Setiyanto