Drama Pemanggilan DPU Sragen Soal Proyek DAK Rp 21 M. Kepala DPU...

Drama Pemanggilan DPU Sragen Soal Proyek DAK Rp 21 M. Kepala DPU Diminta Pulang, Rapat Tanpa Putusan

979
Ilustrasi pemanggilan DPRD Sragen

SRAGEN– Rapat Badan Anggaran DPRD dengan eksekutif dan jajaran dinas pekerjaan umum (DPU) terkait polemik nasib 5 proyek dari dana alokasi khusus (DAK) pusat di DPRD Senin (10/7/2017),berlangsung memanas. Insiden pertentangan pimpinan DPRD dan penutupan tanpa putusan membuat pembahasan pun berakhir dengan menyisakan kekecewaan.

Rapat kemarin dihadiri langsung oleh Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Sekda Tatag Prabawanto dan Kepala DPU Marija. Rapat dimulai pukul 11.00 WIB dan semula dipimpin Wakil Ketua DPRD, Bambang Widjo Purwanto.

Baru dibuka, Kepala DPU langsung dicecar pertanyaan terkait sejauh mana kesiapan dan progress lelang 5 proyek DAK senilai Rp 21,9 miliar yang kini di ujung tanduk karena serapan masih nol persen itu.

Mendapat jawaban itu, Bupati menjawab siap bertanggungjawab dan optimis bisa sesuai skedul. Begitu pula Kepala DPU Marija juga mengklaim semua paket proyek akan diumumkan kemarin dan yakin hingga
batas akhir 21 Juli serapan anggaran bisa memenuhi 70 persen dari 30 persen dana DAK yang sudah ditransfer.

Baca Juga :  7 Pembeli Obat Aborsi Online Asal Sragen Diburu, Satu Orang Terindikasi Bernama Murniati..

Namun jawaban itu langsung disambut pertanyaan lainnya yang salah satunya menyangsikan penyerapan bisa 70 persen sedangkan dari pengumuman hingga penerbitan SPK masih butuh waktu.

Melihat Kepala DPU menjadi bulan-bulanan pertanyaan, Ketua DPRD Bambang Samekto
mendadak langsung mengambil alih pimpinan sidang dan menutup rapat hingga membuat anggota Banggar tersentak. Bambang secara mengejutkan malah meminta Kepala DPU keluar dan pulang meninggalkan arena pembahasan yang oleh Bambang dinilai sudah selesai.

“Belum sampai ada petunjuk, saran, pendapat atau keputusan rapat Banggar tentang kegiatan di DPU, tahu-tahu sudah ditutup,” ujar anggota Banggar, Inggus Subaryoto.

Ketua Fraksi PKB, Faturrahman juga tak habis pikir dengan sikap Ketua DPRD yang mendadak menghentikan di tengah banyaknya pertanyaan anggota yang belum terjawab oleh DPU. Padahal Banggar perlu mendapat gambaran secara jelas perihal nasib 5 proyek DAK, yang tinggal 10 hari harus mengejar serapan 70 persen.

Baca Juga :  Nasib Dana Alokasi Khusus Rp 17 Miliar Ditentukan Empat Hari

“Kalau yang 4 proyek dibawah RP 5 miliar mungkin masih normatif bisa dikejar, tapi yang satu proyek di atas Rp 5 miliar kemungkinan sulit dan terancam nggak bisa dikerjakan marena dana pusat nggak bisa dicairkan. Tapi belum ada putusan sudah dipotong oleh pimpinan. Jelas kami kecewa,” tuturnya.

Sementara Ketua DPRD, Bambang Samekto beralasan jika terus dibiarkan berlarut-larut dicecar pertanyaan yang sama, maka dikhawatirkan justru akan menghambat DPU untuk bisa bekerja mengejar tenggat waktu 10 hari agar terhindar dari sanksi pusat. Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN