JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pendidikan Empat SMPN di Solo Siap Terapkan Lima Hari Sekolah, Ini Daftarnya

Empat SMPN di Solo Siap Terapkan Lima Hari Sekolah, Ini Daftarnya

165
BAGIKAN
ilustrasi pelajar. Foto: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan

SOLO – Empat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Solo siap menerapkan lima hari sekolah pada tahun ajaran 2017/2018. Empat SMPN tersebut yakni SMPN 1, SMPN 4, SMPN 5 dan SMPN 24.

Kasi Kurikulum Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta, Waliyono mengatakan, dari Disdik Kota Surakarta membebaskan sekolah yang ingin menerapkan lima atau enam hari sekolah.

“Jadi kami membebaskan, yang penting dari sekolah melakukan koordinasi dengan warga sekolah dan orangtua siswa, jika 80 persen ke atas orangtua siswa setuju lima hari sekolah maka bisa dilaksanakan.  Juga didukung dengan ketersediaan sarana prasarana sekolah terutama tempat ibadah dan tempat makan untuk siswa,” kata Waliyono, Kamis (13/7/2017).

Lanjut Waliyono, untuk SMPN di Solo baru empat sekolah yang menyatakan kesediaannya untuk menerapkan lima hari sekolah. “Ada SMPN 1,4,5 dan 24. Empat SMPN ini sudah menyatakan siap dengan lima hari sekolah,” katanya.

Selama ini, untuk SMP swasta sudah ada beberapa yang  menerapkan lima hari sekolah. “Namun ini ada satu SMP swasta yaitu SMP Kristen 5 yang menyatakan kesiapannya untuk menerapkan lima hari sekolah pada ajaran baru 2017/2018,” imbuh Waliyono.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Surakarta, Etty Retnowati membenarkan jika terdapat empat SMPN yang menyatakan kesiapannya untuk menerapkan lima hari sekolah.

“Karena sudah memilih untuk lima hari sekolah maka persiapkan segala sesuatunya dengan baik, guru, siswa maupun sarana prasarananya,” terang Etty.

Kemudian karena hari Sabtu siswa ini libur, Etty berharap hari libur tersebut bisa digunakan untuk kegiatan yang positif.

“Bisa digunakan untuk membantu orangtua di rumah, misalnya orangtuanya jualan maka bantu jualan orangtua. Atau misal ada kegiatan karang taruna maka ikut kegiatan. Dan kalau digunakan belajar di rumah lebih bagus. Pokoknya jangan sampai digunakan untuk kegiatan negatif,” kata Etty.

Sementara itu, Ketua MKKS SMP Kota Surakarta, Joko Slameto menyatakan memang baru ada empat SMPN yang siap dengan lima hari sekolah. Namun rencananya ada beberapa SMPN yang menyusul untuk menerapkan lima hari sekolah.

“Ini ada beberapa SMP yang Whastap (WA) saya bagaimana lima hari sekolah, lalu saya suruh saja segera ke Disdik untuk menyerahkan surat kesiapan,” katanya.

Imbuh Joko yang juga Kepala SMPN 1 Surakarta menyatakan sekolahnya pun siap menerapkan lima hari sekolah yang dimulai pada Senin (17/7/2017) mendatang.

“Melalui lima hari sekolah ini kita akan melakukan penguatan pendidikan karakter, KBM akan dimulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB. Sabtu dan Minggu siswa libur,” kata Joko.

Dari sisi kesiapan fisik, SMPN 1 Surakarta menyatakan sarana prasarana telah mendukung yaitu semua ruang kelas ber-AC, tempat ibadah cukup, kantin cukup serta 99 persen orangtua siswa menyetujui.

Dengan pertimbangan ini maka SMPN 1 Surakarta menyelenggarakan lima hari sekolah. Dengan begitu di hari Sabtu dan Minggu sesuai dengan program Mendikbud, maka siswa bisa memiliki waktu yang banyak bersama orangtuanya.

Dwi Hastuti