Enam Bus dan Tiga Mobil Rusak, DPP Pasoepati Akan Berupaya Bantu Korban

Enam Bus dan Tiga Mobil Rusak, DPP Pasoepati Akan Berupaya Bantu Korban

335
Dok Joglosemar
Rombongan Pasoepati saat hendak berangkat mendukung Persis Solo, beberapa waktu lalu.

SOLO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pasoepati akan mengupayakan bantuan untuk korban dalam kericuhan pertandingan Persis Solo melawan PSIR Rembang di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017) sore.

Tercatat ada enam bus dan tiga mobil yang mengangkut rombongan suporter Persis Solo mengalami kerusakan.

Dalam rapat yang digelar DPP Pasoepati di Kartopuran, Serengan, Solo, Senin (17/7/2017) malam, didapat laporan jika mayoritas lokasi pengrusakan bukan terjadi di area stadion.

Melainkan dalam perjalanan pulang ke Solo. Enam bus dan tiga mobil mengalami kerusakan di bagian kaca, serta body yang penuh goresan.

“Mayoritas mengalami pecah kaca karena lemparan batu. Ada juga body mobil yang penuh goresan. Kami dari DPP Pasoepati akan berupaya untuk membantu agar meringankan beban teman-teman yang bus atau mobilnya dirusak,” terang Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan kepada Joglosemar, Senin (17/7/2017) malam.

Pihaknya pun mengapresiasi langkah petugas keamanan yang sigap mengamankan bus atau pun mobil suporter Persis Solo yang terparkir di luar stadion. Pengamanan itu diakui Ginda bisa mencegah terjadinya pengrusakan yang lebih parah.

Soal penyebab gesekan, dia mendapat laporan dari anggotanya bahwa provokasi dilakukan suporter tuan rumah, salah satunya dengan melakukan pelemparan ke pemain Persis Solo.

Baca Juga :  Wakil Pelatnas Kuasai Marathon Senior

“Ini jadi evaluasi untuk kedepannya. Termasuk panitia pertandingan PSIR seharusnya juga berbenah. Gesekan kemarin seharusnya bisa diminimalisir andai ada pagar hidup (keamanan) antara suporter PSIR dan Persis Solo. bukan hanya satu pagar kecil saja,” jelasnya.

Setelah ini, suporter Persis juga akan berangkat ke Stadion Madya Magelang, untuk mendukung Persis Solo saat melawan PPSM Magelang, Kamis (20/7/2017) sore. Saat ini, DPP Pasoepati sudah menerima undangan dari Polres Magelang untuk rapat persiapan pertandingan tersebut.

“Besok (hari ini,red) saya akan berangkat ke Magelang. Saya akan sampaikan hasil evaluasi yang didapat teman-teman di Rembang. Kami berharap pengamanan lebih ditingkatkan lagi. Kami juga akan minta tribun yang terpisah dari suporter tuan rumah untuk meminimalisir gesekan,” jelas Ginda.

Selain suporter, beberapa penggawa Persis Solo juga terkena lemparan dari suporter tuan rumah. Tercatat ada empat pemain, yakni Rudiyana, Bakori Andreas, Egy Ardi dan Akbar Riansyah yang terkena lemparan botol air mineral.

Rudiyana mengaku dilempari pendukung tuan rumah saat melakukan pemanasan. Namun kejadian itu tidak membuatnya mengalami luka. Justru asisten pelatih, Budi Kurnia yang kemudian terkena lemparan batu di wajahnya.

Baca Juga :  Puji Permainan Persebi , Eduard Tjong : Kekalahan Ini Penting!

“Saat PSIR cetak gol, saya diminta pelatih untuk pemanasan di pinggir lapangan. Nah saat itu saya dilempari pendukung tuan rumah. Coach Budi kena batu di bagian bibir. Setelah itu baru terjadi rusuh suporter,” ucap Rudiyana.

Pemain asal Bandung itu menyebut kejadian tersebut tak mengganggu kondisi psikisnya jelang laga lawan PPSM Magelang. Dia mengaku pernah mengalami peristiwa yang lebih tak mengenakan saat membela Persib Bandung.

“Dulu saat lawan Persija dan Arema, kami sampai pulang pakai kendaraan rantis baja. Jadi kalau ada lemparan seperti ini insyaallah tidak ada pengaruhnya. Saya siap untuk pertandingan lawan PPSM,” tutur penyerang yang sudah mencetak dua gol ini.

Soal kelanjutan pertandingan Persis Solo melawan PSIR Rembang yang tersisa 40 menit, kedua tim masih menunggu keputusan dari PSSI.

Pelatih PSIR Rembang, Hadi Surento mengaku siap melanjutkan pertandingan di Stadion Krida maupun di tempat netral. Hal sama juga diungkapkan Pelatih Persis Solo, Widyantoro.

Nofik Lukman Hakim

Advertisements
BAGIKAN