Endus Indikasi Ketidakberesan Spek, Pasar Nglano dan Matesih Jadi Bidikan

    Endus Indikasi Ketidakberesan Spek, Pasar Nglano dan Matesih Jadi Bidikan

    35
    Joglosemar | Wardoyo
    INSPEKSI DPRD- Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto didampingi Ketua Komisi
    B Tony Hatmoko saat mengecek kondisi bangunan kios Pasar Burung Nglano
    yang 14 atapnya mendadak ambrol, Sabtu (1/7).

    KARANGANYAR– Kasus ambrolnya atap dan kanopi di 14 kios Pasar Burung Nglano, Tasikmadu yang baru lima bulan diresmikan, memantik reaksi keras dari legislatif setempat.

    Selain mengendus indikasi ketidakberesan spek di pasar itu, DPRD juga membidik sejumlah proyek pasar yang baru dibangun untuk dilakukan audit investigasi.

    Hal itu terungkap dari inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan pimpinan DPRD ke lokasi pasar burung Nglano yang ambrol, Sabtu (1/7/2017).

    Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto menilai ambruknya atap itu menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres terkait pembangunan proyek kios pasar burung yang bersebelahan dengan Pasar Induk Nglano tersebut.

    Karenanya, pihaknya memandang perlu segera dilakukan audit investigasi. Audit diperlukan untuk mengetahui konstruksi bangunan apakah sudah sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku atau tidak.

    Baca Juga :  Ibunda Presiden Usai Jalani Operasi Sinusitis di RS Kasih Ibu

    “Kita akan segera lakukan audit investigasi. Dari situ nanti akan terlihat apakah konstruksinya sudah sesuai bestek atau tidak,” paparnya.

    Ia juga berharap insiden pasar Burung Nglano bisa menjadi pembelajaran bagi Pemkab agar dalam urusan proyek tetap mengedepankan kualitas dan tidak hanya asal kejar tayang.

    Karenanya, audit investigasi dimungkinkan tidak hanya terhadap pasar burung saja, namun akan meluas termasuk ke Pasar Induk Nglano.

    “Dari hasil audit investigasi itu nanti akan terlihat, apakah konstruksi sudah sesuai dengan bestek atau tidak. Intinya untuk proyek kami minta jangan kejar tayang, kualitas pembangunan jadi amburadul,” paparnya.

    Ketua Komisi B DPRD, Tony Hatmoko juga menilai ambrolnya teras dan kanopi itu juga menunjukkan hasil kerja proyek terkesan asal-asalan. Padahal bangunan belum lama diresmikan dan dibangun dengan anggaran miliaran rupiah.

    Baca Juga :  Kreativitas Warga Pulutan Kulon Disiplinkan Anak, Giatkan Jam Belajar dan Maksimalkan “Peran” Kentongan

    Atas dasar itulah, menurutnya audit investigasi mendesak tidak hanya untuk Pasar Burung, namun Pasar Induk Nglano yang menelan Rp 16,4 miliar dan Pasar Matesih yang juga barusaja selesai, perlu diterapkan serupa.

    Pelaksana pembangunan Pasar Burung dan Pasar Induk Nglano, Wawan mengklaim konstruksi proyek sudah dikerjakan sesuai ketentuan.

    Namun pihaknya siap memperbaiki atap yang ambrol meski masa perawatan sebenarnya telah berakhir. Saat ditanya perihal penyebab ambrolnya atap, ia mengaku nanti akan dicek lagi.

    “Sementara kami fokus perbaikan atap di Pasar Burung dulu,” katanya.

    Seperti diberitakan, atap kanopi 14 kios dari 28 kios di Pasar Burung Nglano, diketahui mendadak ambrol Jumat (30/6/2017) sekitar pukul 12.15 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta.

    Wardoyo

    Advertisements
    BAGIKAN