JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Fasilitas Sudah Siap, Ini Penyebab Pendirian Klinik di Sragen Molor

Fasilitas Sudah Siap, Ini Penyebab Pendirian Klinik di Sragen Molor

163
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN– Niat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sragen untuk merealisasikan pendirian klinik IDI di Gedung IDI terpaksa harus molor dari rencana awal.

Kendati demikian, Ketua IDI Sragen, Aminan mencanangkan akhir tahun ini, klinik umum yang dirintis oleh seluruh anggota IDI itu harus sudah berdiri.

Hal itu disampaikan Aminan saat ditemui di sela halal bihalal IDI dan IIDI di gedung IDI Sragen, Sabtu (15/7/2017).

Ia mengatakan semula klinik memang ditargetkan segera diresmikan. Akan tetapi hingga Juli ini, masih ada kendala terutama dari aspek tenaga yang belum siap.

“Kalau fasilitas sudah ada dan siap, cuma tenaga medis dan paramedis saja yang masih menunggu,” paparnya.

Menurutnya, untuk fasilitas bangunan klinik sebenarnya sudah siap karena berada satu kompleks dengan gedung IDI yang baru beberapa waktu lalu diresmikan bupati.

Sembari menunggu kesiapan tenaga, saat ini juga sudah dilakukan proses pengurusan perizinan.

Pihaknya berharap paling lambat akhir tahun ini, klinik yang akan menjadi kebanggaan IDI itu akan bisa terealisasi. Jumlah anggota IDI Sragen saat ini tercatat sebanyak 240 dokter. Mereka tersebar di semua fasilitas kesehatan yang ada di Bumi Sukowati.

“Memang harus matang persiapannya. Mudah-mudahan akhir tahun bisa terealisasi,” pungkasnya. Wardoyo

Pendirian Klinik Molor

  1. Niat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sragen untuk merealisasikan pendirian klinik IDI di Gedung IDI molor dari rencana awal.
  2. Kemunduran disebabkan dukungan SDM yang belum siap.
  3. Ketua IDI Sragen, Aminan mencanangkan akhir tahun ini klinik umum oleh seluruh anggota IDI itu harus sudah berdiri.
  4. Sembari menunggu kesiapan tenaga, saat ini juga sudah dilakukan proses pengurusan perizinan.