Ganjar Pranowo Belum Tentu Diusung PDI Perjuangan, Peluang Kader Lain Masih Terbuka

Ganjar Pranowo Belum Tentu Diusung PDI Perjuangan, Peluang Kader Lain Masih Terbuka

89
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berfoto bersama karyawan Harian Joglosemar dalam kunjungannya, Kamis (16/3/2017). Foto : Yuhan Perdana

KARANGANYAR—Meski beberapa survei menempatkan popularitas dan elektabilitas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo masih di atas, hal itu ternyata tak serta merta membuat DPP PDIP langsung mendelegasikannya untuk kembali maju di Pilkada Jateng 2018 mendatang.

Sebaliknya, DPP mengisyaratkan akan melakukan evaluasi kinerja Ganjar serta tetap membuka kesempatan bagi seluruh kadernya untuk mencalonkan diri di tahap penjaringan.

Penegasan itu disampaikan oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat menghadiri Peringatan 90 Tahun Lahirnya Marhaenisme 4 Juli 1927-4 Juli 2017 di Hotel Tamansari Karanganyar, Rabu (5/7/2017) malam.

Hasto mengatakan, peluang Ganjar untuk diusung PDIP masih terbuka lebar sepanjang memperoleh dukungan yang baik dari masyarakat di Jateng.

Namun hal itu tidak berarti menutup kesempatan bagi kader lain yang ingin mencalonkan diri di Pilkada Jateng lewat PDIP. “Bagi siapa pun yang terpanggil, bisa saja mendaftarkan diri ke PDIP,” katanya.

Terkait nasib Ganjar sendiri, Hasto menegaskan, DPP akan melakukan pemetaan politik serta evaluasi terhadap kinerjanya bersama wakilnya, Heru Sudjatmoko terlebih dahulu.

Hasil evaluasi itulah yang nantinya akan menjadi penentu apakah PDIP tetap mengusung kembali petahana itu atau tidak di pesta demokrasi Jateng 2018.

Menurut Hasto, evaluasi meliputi sejauh mana keduanya menjabarkan ideologi partai sekaligus membangun hubungan dengan struktur partai. Kemudian keberpihakan terhadap masyarakat kecil yang selama ini menjadi semangat PDIP.

Saat ini evaluasi dan pemetaan sedang dalam proses. Dalam waktu dekat, hasil evaluasi dan pemetaan itu akan dikirim ke Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk diambil sikap PDIP terhadap kans pencalonan kembali Ganjar.

“Nanti hasil pemetaan itu segera dikirim ke Ibu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri,” katanya.

Lebih lanjut Hasto menguraikan, tradisi di PDIP ketika ada kepala daerah sudah diterima baik oleh rakyat, tentu akan didukung.

Menurutnya, banyak kepala daerah yang memperoleh kesempatan kali kedua oleh PDIP karena sudah terbukti banyak diterima masyarakat.

Perihal nama Ganjar yang beberapa kali dimintai keterangan sebagai saksi di KPK dalam kasus e-KTP, Hasto mengatakan, PDIP selalu memiliki komitmen untuk memberantas korupsi.

Ia juga menegaskan PDIP selalu menginginkan calon yang tidak pernah memiliki rekam jejak menyalahgunakan kewenangan, termasuk korupsi.

“Kami dukung KPK untuk memberantas korupsi. Tapi, proses pemeriksaan itu perlu dihindarkan dari intervensi politik. Prinsip partai kami jelas, ketika ada yang tertangkap KPK, kami langsung memberikan sanksi pemecatan. Sebelum menentukan pilihan, PDIP selalu mendengarkan aspirasi rakyat dengan cara survei, pemetaan politik, dan lain sebagainya,” tukasnya.

Meski belum pasti diusung kembali, namun PDIP Karanganyar sudah mengisyaratkan kembali mendukung Ganjar untuk bisa maju kembali di Pilkada 2018.

Wakil Ketua DPD PDIP Jateng asal Karanganyar, Paryono saat berbicara di acara konsolidasi pengurus PDIP Karanganyar menjelang Pilkada tiga hari lalu, juga terang-terangan meyakinkan saat ini elektabilitas Ganjar masih di atas angka 50 persen dan sudah seyogianya didukung kembali.

 Wardoyo

BAGIKAN