JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Geger MTS Muhammadiyah di Karanganyar, Guru dan Karyawan Rame-Rame Tuntut Kasek Dilengser

Geger MTS Muhammadiyah di Karanganyar, Guru dan Karyawan Rame-Rame Tuntut Kasek Dilengser

751
BAGIKAN

KARANGANYAR– Belasan guru dan karyawan di MTS Muhamadiyah 3 Kerjo, Karanganyar rame-rame menuntut Kasek mereka, berinisial AT, dilengser dari jabatannya. Tuntutan itu dilontarkan menyusul kebijakan Kasek yang memecat 2 guru setempat berinisial NF dan AW, secara sepihak hanya gara gara tidak mau menyekolahkan anaknya di MTS tersebut.

Tuntutan pelengseran Kasek itu dilontarkan lewat surat tuntutan yang
ditandatangani oleh semua guru dan.karyawan yang berada di MTS tersebut ke Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo belum lama ini. Dalam surat yang ditandatangani 16 guru dan karyawan itu intinya menyampaikan keresahan atas kepemimpinan Kasek yang dianggap kontroversial dan bertindak semena-mena terhadap bawahan.

Dalam surat tersebut, mereka berharap PCM maupun PDM mempertimbangkan untuk tidak mengangkat kembali sang Kasek karena tidak bisa menjaga iklim kondusif di sekolah. Sebaliknya, menurut mereka beberapa kebijakan Kasek mulai dari pembelian perabot, alat tulis, hingga
pendirian boarding school di sekolah, tanpa melibatkan guru maupun karyawan.

“Ada dua rekan kami dari guru yang bulan puasa kemarin dipecat sepihak oleh Kasek. Alasannya karena anaknya disekolahkan ke sekolah luar (tidak di MTS Muh 3 Kerjo). Sekarang mereka sudah tidak mengajar lagi lha wong sudah dipecat,” ujar N, salah satu guru di MTS tersebut kepada Joglosemar, Rabu (19/7/2017).

Sejumlah guru juga menuturkan sikap sang Kasek yang dianggap terlalu otoriter dalam membuat kebijakan, dinilai telah menimbulkan rasa trauma bagi semua guru dan karyawan. Dalam pengambilan keputusan atau kebijakan, meskipun dirapatkan atau musyawarah akan tetapi
keputusannya hanya berdasarkan apa yang dikehendaki Kasek.

Terpisah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Samsuri tidak menampik memang sudah menerima laporan terkait tuntutan guru dan karyawan MTS Muh 3 Kerjo itu. Pun dengan laporan pemecatan sepihak 2 guru itu, ia juga sudah mendengar.

Menurutnya, saat ini laporan tersebut baru dalam tahap untuk diproses klarifikasi. Klarifikasi akan dilakukan terhadap Ketua PCM kecamatan setempat selaku penyelenggara pendidikan di Kecamatan Kerjo. Selain PCM, klarifikasi juga akan dilakukan terhadap semua guru dan pihak terkait, termasuk Kasek untuk memastikan laporan tersebut.

Namun, Samsuri menegaskan bahwa tidak ada keharusan bagi guru MTS untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah tempat dia mengajar. Nggak ada keharusan itu (mengekolahkan di sekolah tempat bertugas). Yang ada hanya anjuran untuk sekolah-sekolah muhammadiyah yang kecil agar guru semua bareng-bareng mencari murid.

“Saya pun dulu jadi Kepala Sekolah Muhammadiyah, anak saya juga saya sekolahkan di sekolah lain. Enggak ada paksaan seperti itu. Dan Kasek itu tidak punya kewenangan mengangkat atau memberhentikan guru,” jelasnya.

Ia juga mengaku sudah sempat bertemu dengan salah satu guru yang dikabarkan dipecat sepihak itu belum lama ini. Menurutnya dari guru itu mengaku memang tidak diberikan jam mengajar oleh Kasek. Terkait tuntutan pelengseran, Samsuri menyampaikan hal itu masih menunggu prosedur klarifikasi yang akan dilaksanakan. Wardoyo