Geger Isu Dipakai Syarat PPDB, Kartu Identitas Anak Diserbu Warga Karanganyar

Geger Isu Dipakai Syarat PPDB, Kartu Identitas Anak Diserbu Warga Karanganyar

42
ilustrasi

KARANGANYAR—Beredarnya isu bahwa Kartu Identitas Anak (KIA) dipakai sebagai syarat untuk pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), layanan pencetakan KIA di Karanganyar diserbu warga.

Bahkan saking membeludaknya permintaan, blangko 10.000 yang disediakan untuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) hanya tersisa tinggal 2.000 blangko saja.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Karanganyar, Suprapto mengatakan, lonjakan permintaan KIA terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjelang masa PPDB.

Adanya kabar yang beredar bahwa KIA digunakan untuk mendaftar sekolah adalah pemicunya. Padahal, kabar tersebut tidak benar.

Baca Juga :  Bongkar Jaringan Sabu di Karanganyar, Polisi Amankan Empat Pengedar

“Memang banyak pemohon beberapa waktu terakhir ini. Sampai hari ini (kemarin) hanya tersisa 2.000 lembar blangko. Mereka minta dibuatkan karena isu KIA digunakan untuk mendaftar sekolah. Maka dari itu warga berbondong-bondong minta KIA,” katanya, Kamis (6/7/2017).

Untuk meredam permintaan KIA, pihaknya langsung berinisiatif menyosialisasikan ke sekolah-sekolah bahwa KIA bukan syarat mendaftar sekolah atau PPDB.

Meski demikian, masyarakat yang memohon untuk dibuatkan KIA memang tidak akan ditolak lantaran itu merupakan salah satu kebutuhan administrasi.

Menurutnya, pemerintah pusat memang belum mewajibkan untuk mencetak KIA. Meski bukan sebuah kewajiban, pemohon yang datang tidak akan ditolak dan tetap dilayani. Soal stok blangko yang menipis akibat diserbu warga, nanti bisa meminta kembali ke pusat.

Baca Juga :  PILKADA KARANGANYAR 2018 : Baru Satu Nama Positif, PDIP Siapkan Survei

Suprapto menambahkan, syarat pembuatan KIA adalah surat nikah orangtua, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran anak, KTP orangtua, dan pas foto anak ukuran 4 x 6 sebanyak dua lembar. Tetapi, apabila usia anak di bawah lima tahun (balita), tidak perlu menyertakan foto.

“Pada prinsipnya semua penduduk berhak punya identitas. Keamanan yang bersangkutan apabila bepergian. KIA digunakan hingga usia di bawah 17 tahun,” jelasnya.

Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN