JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Halal Bihalal Warga XI Kadipiro, Rekatkan Warga Lewat Silaturahmi

Halal Bihalal Warga XI Kadipiro, Rekatkan Warga Lewat Silaturahmi

31
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo

Keluarga besar warga RW XI Kadipiro mengelar halal bihalal di rumah salah satu warga, Selasa (4/7) malam. Kegiatan ini menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga silaturahmi antar warga.

Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo

Pada kesempatan ini warga saling bermaafan dan bersalaman. Warga yang hadir cukup banyak, apalagi warga di RW XI ini jumlahnya besar yakni memiliki sekitar 70 Kepala Keluarga (KK).

“Kegiatan ini sebagai wahana silaturahmi antar warga untuk saling memaafkan dan kembali ke fitri jika ada kesalahan selama ini.  Memang, rutin dilakukan tiap tahun tapi dengan acara yang agak berbeda,” ujar Ketua RW XI Kadipiro, Sriyadi, Selasa (4/7).

Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo

Semakin istimewa, halal bihalal juga dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Paguyuban Anggrek (Angudi Ngrembaking Kabudayaan) ke-25 tahun. Beragam hiburan yang sarat seni dan budaya turut disuguhkan seperti karawitan, tari dan macapat. Mereka yang tampil berasal dari lingkungan warga RW XI, di mana  tiap-tiap RT  ada perwakilan yang mempertunjukan keahliannya.

 “Paguyuban ini untuk menguri-nguri kebudayaan Jawa agar tidak punah. Ini juga memberikan pelayanan kepada warga yang membutuhkan saat menggelar prosesi pernikahan ataupun yang lainnya, di tiap RT itu ada,” ungkapnya.

Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo

Ditambahkan Ketua Paguyuban Anggrek, Sutarno paguyuban ini dibentuk dan bergerak di bidang sosial. Teknisnya, yakni ketika ada warga yang menggelar prosesi pernikahan maka paguyuban akan membantu terkait  prosesi upacaranya ataupun peralatannya. Termasuk saat Lamaran sampai pernikahan. “Ini anggotanya warga RW XI dan di masing-masing RT itu ada. Jadi saat pas acara langsung tanggap membantu. Hari ini perayaan sekaligus untuk halal bihalal,” katanya.

Imbuh Sutarno, Paguyuban Anggrek dibentuk untuk nguri-nguri, melestarikan budaya Jawa. Apalagi sejauh ini prosesi adat atau budaya saat lamaran atau pernikahan jarang dilakukan di masyarakat. Kondisi ini pun tak lepas dari perkembangan zaman yang semakin maju.

“Sehingga Paguyuban ini bisa memperkenalkan budaya, prosesi ke generasi anak muda,  syukur-syukur bisa ikut di dalamnya,”ujarnya.

Sementara itu Tokoh Masyarakat RW XI Kadipiro, Gareng S. Haryanto menyatakan jika kegiatan ini dilaksanakan untuk semakin mendekatkan warga di lingkungan RW XI. “Acara seperti ini sangat penting sekali. Jadi yang punya salah bisa memaafkan dan tetap menjaga persaudaraan,” imbuhnya.

Gareng pun membenarkan, keberadaan paguyuban Anggrek tersebut sangat bermanfaat bagi warga. ”Karena paguyuban ini dibentuk untuk membantu warga yang punya kerja (hajatan-red). Nah, kalau punya kerja, cari sinoman atau parogo atau panitia pernikahan itu sulit, maka hadir paguyuban ini dan meringankan yang punya kerja,” pungkasnya. Ari Welianto