JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Harga Elpiji 3 Kilogram di Sragen Tembus Rp 22.000 Per Tabung

Harga Elpiji 3 Kilogram di Sragen Tembus Rp 22.000 Per Tabung

248
BAGIKAN
Ilustrasi | Joglosemar/Maksum NF

SRAGEN — Memasuki musim kemarau, elpiji bersubsidi ukuran 3 kg di sebagian besar kecamatan di Sragen mulai langka. Tingginya konsumsi di kalangan petani untuk bahan bakar irigasi pertanian juga memicu kenaikan harga hingga melonjak mencapai Rp 22.000 per tabung.

Data yang dihimpun Joglosemar, keluhan kelangkaan mulai mencuat sejak dua pekan terakhir bersamaan dengan tiadanya turun hujan.

Keluhan muncul di sebagian besar kecamatan berbasis pertanian, seperti Sidoharjo, Tanon, dan hampir semua di wilayah Sragen timur seperti Gondang, Sambirejo, Sambungmacan, dan Ngrampal.

“Sudah hampir dua minggu ini nyari gas mulai sulit. Kadang antre di pangkalan, begitu datang langsung habis dan antrenya lama. Kalau beli di kios atau pengecer Rp 20.000, tapi barange wis angel (susah). Harus cari sampai ke luar desa,” kata Sutarno, salah satu petani asal Dukuh Ngamban, Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kamis (27/7/2017).

Ia tidak menampik musim kemarau ini para petani memang banyak yang memburu gas elpiji 3 kg untuk bahan bakar mesin diesel irigasi.

Untuk luasan seperempat hektare, biasanya membutuhkan 3 tabung elpiji 3 kg untuk sehari semalam menghidupkan mesin diesel.

Padahal, sebagian petani yang lahannya lebih luas ada yang punya dua mesin diesel, sehingga sekali menyedot bisa habis enam tabung.

Pihaknya berharap pemerintah bisa lebih peka untuk memberikan tambahan kuota elpiji demi menyelamatkan lahan padi yang saat ini sudah memasuki masa pertumbuhan.

Petani lain asal Dukuh Karanganom, Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Suyatmi menguraikan, di wilayahnya petani juga banyak yang membutuhkan elpiji untuk mengairi sawah. Hal ini memicu kenaikan harga.

Menurutnya, untuk pangkalan harga jual bisa mencapai Rp 17.000-Rp 18.000, sedangkan di pengecer atau kios bisa menembus angka Rp 20.000.

“Setiap hari selalu beli. Meski sulit, ya tetap dapat tapi ya itu tadi harganya Rp 20.000. Kemarin di Padas, Tanon malah harganya sampai Rp 22.000 per tabung,” terangnya.