Hari Suporter di Solo, Para Suporter Diajak Berdonor Darah

    Hari Suporter di Solo, Para Suporter Diajak Berdonor Darah

    40
    Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
    MEMPERI—Seorang suporter sepak bola mendonorkan darahnya saat digelar kegiatan donor darah dalam rangka Hari Suporter Nasional di Bundaran Gladag, Surakarta, Rabu (12/7/2017). Hari Suporter Nasional diperingati setiap tanggal 12 Juli.

    Pengantar

    12 Juli 2000 tak akan dilupakan Bambang Haryanto. Tujuh belas tahun silam ia mencetuskan hari suporter nasional, yang kemarin diperingati dengan kasi sosial donor darah.

    Arief Setiyanto

    ——————

    Momentum tujuh belas tahun silam membekas di benak Bambang bukan tanpa alasan. Saat itu berkumpul berbagai suporter dari berbagai tim sepak bola yang berlaga di putaran delapan besar. Pasopati, Jakmania, Aremania, Viking bersatu. Momen kebersamaan itu tak disia-siakan, Bambang pun mencetuskan tanggal 12 sebagai hari suporter nasional.

    Tujuh belas tahun berlalu, ia bersama Mayor Haristanto Ketua Pasopati Tahun 2000 mengajak para suporter dan masyarakat untuk mengenang hari suporter nasional. Ulang tahun itu dirayakan dengan sederhana. Namun menurut Bambang memiliki nilai yang penuh makna, yakni donor darah.

    Baca Juga :  Otak Jaringan Obat Aborsi Terancam 10 Tahun Penjara

    “Suporter itu seringkali dianggap suka menumpahkan darah. Itu tidak bisa dipungkiri, kerusuhan sering kali terjadi. Maka dari itu dengan donor darah ini, dari Solo saya mengajak para suporter untuk cinta damai dan saling mengasihi,” ujarnya

    Kerusuhan yang belakangan terjadi di Kartasura hingga saling sweeping kendaraan disesalkannya. Menurutnya hal itu tak perlu terjadi. Ia menilai kerusuhan yang dilakukan adalah bentuk luapan energi besar yang tidak terbina dengan baik. Akibatnya menjadi tindakan anarkis. Hal itu tentu berdampak buruk bagi citra suporter bahkan bagi tim yang dijagokan, apalagi bagi masyarakat yang merasa tak aman.

    Baca Juga :  Peraih Perak OSN 2017 Tingkat Nasional Ini Anak Penjual Mainan

    “Kerusuhan tentu akan membuat susah tim yang dijagokan. Bisa saja kena sanksi. Oleh karena itu pengurus suporter harus melakukan pembinaan dengan baik, agar energi besar suporter menjadi energi positif, bukan merusak,” imbuh pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi Pasoepati Tahun 2000 itu.

    Hal yang sama diungkapkan Mayor, mengelola suporter memang tak mudah. Namun demikian bukan berati pengurus pasrah dan berpangku tangan. Beragam kegiatan dapat dilakukan untuk membina para suporter, termasuk dengan kegiatan sosial berupa donor darah. Bagi Mayor kini menjadi tantangan besar bagi pengurus suporter untuk membina para suporter menjadi suporter yang santun.

    Advertisements
    1
    2
    BAGIKAN