JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hati-hati Menginvestasikan Uang! Salah-salah Bisa Tertipu Seperti Ini Lho!

    Hati-hati Menginvestasikan Uang! Salah-salah Bisa Tertipu Seperti Ini Lho!

    88
    BAGIKAN
    Ilustrasi | Tribunnews

     SOLO– Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim) Polresta Surakarta menangkap dua pelaku penipuan investasi bodong berkedok investasi emas. Dari kedua pelaku diperoleh keterangan kerugian seluruh korban berjumlah 61 orang sekitar Rp 2 miliar.

    Kapolreata Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo mengungkapkan, kedua pelaku penipuan dan penggelapan merupakan pasangan suami istri warga Jalan Arifin No 5 RT 010 RW 003 Kelurahan Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres. Keduanya menggunakan modus investasi emas batangan untuk menjerat para korban.

    “Pelaku Djody Wisnubroto (39) dan Dina Yuanita, ditangkap dari laporan dua korbannya yaitu Budy Sartono (54), warga Malang, Jatim dan Herman Priyono (54), warga Kampung Purwoprajan RT 004 /RW 030, Kelurahan Jebres,” ujarnya, Kamis (6/7/2017).

    Modus pelaku mendirikan CV Kebun Emas Indonesia kemudian melakukan presentasi tentang investasi emas untuk mencari calon nasabah dari hotel ke hotel di wilayah eks Karesidenan Surakarta. Kedua pelaku melakukan aksinya selama tiga tahun terhitung mulai 2015 dengan korban puluhan orang.

    Dalam melakukan aksinya, kedua pelaku menawarkan keuntungan sebesar lima persen setiap bulannya jika mau membeli emas sebarat dua ons. Bukannya diputar untuk investasi emas yang sebenarnya, namun uang yang diperoleh dari hasil investasi para korban digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi kedua pelaku termasuk bisnis jual beli ruko dan tanah.

    Kepada korban, pelaku menjanjikan akan mengembalikan uang mereka dalam waktu enam bulan ke depan. Namun, dalam batas waktu yang telah ditentukan uang milik korban tidak kunjung dikembalikan. Merasa tertipu korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Satreskrim Polresta Solo.

    “Kami menangkap kedua pelaku di rumah kontrakannya di wilayah Kampung Widuran, Jebres. Lokasi Ruko CV Kebun Emas Indonesia milik kedua pelaku di Jalan Arifin No. 10, Kampung Widuran, Kepatihan Kulon, Jebres,” ujar Kapolresta.

    Dalam penyelidikan yang dilakukan petugas kepolisian, diketahui satu orang korban bisa mengalami kerugian hingga  Rp 250 juta. Dan dari daftar 61 korbannya, kerugian mencapai Rp 2 miliar. Untuk itu, Kapolresta menghimbau kepada korban lainnya yang tertipu agar melapor ke Polresta Surakarta.

    Atas tindakan tersebut, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 3 UU RI  No. 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

    “Dari tangan kedua pelaku berhasil diamankan empat lembar Letter Of Contract Profit Sharing  Gold (LOC), dua lembar kwitansi bermaterai, satu lembar pendirian akta CV Kebun Emas Indonesia, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Izin Usaha Perdaganga (SIUP), daftar nasabah, satu keping DVD untuk presentasi, buku tabungan BCA, emas batangan 10 gram dan 1 gram, dan laptop. Kami juga bekerjasama dengan OJK [Otoritas Jasa Keuangan] Surakarta dalam mengungkap investasi bodong serupa di Solo,” tandas Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Agus Puryadi. Triawati Prihatsari Purwanto