JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Heboh, Pemerkosa Bertopeng di Sragen Nyaris Tewas Dihajar Warga

Heboh, Pemerkosa Bertopeng di Sragen Nyaris Tewas Dihajar Warga

5968
BAGIKAN
Kapolsek Tanon, AKP Agus Jumadi saat menjaga tersangka pemerkosaan bertopeng yang kritis diamuk warga di ruang ICU RSUD Sragen, Sabtu (1/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Aksi massa pecah di Desa Pengkol, Tanon, Sabtu (1/7/2017) pagi. Seorang pria paruh baya yang diduga merupakan pelaku aksi pemerkosaan bertopeng nyaris tewas dihajar warga Desa, Kranggan, Pengkol.

Pelaku yang sudah berstatus sebagai kakek dan berinisial SUM (46), warga desa setempat itu menjadi sasaran amuk warga karena diduga telah melakukan perkosaan terhadap DS (15), asal Dukuh Kranggan.

Ironisnya, akibat perbuatan pelaku, korban yang masih duduk di bangku kelas II SMK itu saat ini diketahui hamil dua bulan.

Menariknya, dalam setiap aksi perkosaanya, pelaku diketahui selalu mengenakan topeng dan mengaku sebagai anak salah satu Kades di Tanon.

Informasi yang dihimpun Joglosemar, aksi massa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut keterangan warga, aksi pencabulan itu terungkap ketika korban mendadak diketahui pingsan saat halal bihalal di masjid desanya dan setelah diperiksakan ke bidan, ternyata ketahuan hamil dua bulan.

“Tahunya pas halal bihalal di masjid, ponakan saya itu tiba-tiba pingsan. Setelah dibawa ke bidan, dia ngandeg (hamil) dua bulan. Dia nggak tahu wajah pelaku karena pas diajak itu diberi minuman dan nggak sadar. Pakai topeng dan hanya kelihatan matanya saja. Woalah mesakne ponakanku Mas bocahe masih kecil dan menengan,” ujar Kamti (50), bibi korban sembari menangis tersedu saat menceritakan kejadian yang dialami ponakannya.

Dari terkuaknya kehamilan korban,kerabat kemudian mencoba menjebak dengan meminta korban memancing pelaku untuk diajak bertemu, Sabtu (1/7/2017) pagi. Pelaku akhirnya datang menjemput korban dan kemudian mengajaknya ke Jogja.

Di tengah jalan, pelaku akhirnya ditangkap dan setelah topengnya dibuka paksa ternyata adalah SUM. Kakek muda itu langsung ditangkap paksa untuk dibawa pulang.

Warga yang geram melihat pelaku kemudian menghajar beramai-ramai hingga pelaku mengalami kritis. Pelaku kemudian diamankan Polsek Tanon dan dilarikan ke RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

Kapolres Sragen, AKBP Cahyo Widiarso melalui Kapolsek Tanon, AKP Agus Jumadi membenarkan kejadian tersebut.Menurutnya terduga pelaku masih dirawat di RSUD Sragen karena mengalami luka parah setelah dihajar warga.

“Untuk dugaan kasus pencabulannya, berkasnya sore ini kami limpahkan
ke Unit Pelayanan perempuan dan anak (PPA) Reskrim Polres karena korbannya masih di bawah umur,” terangnya. Wardoyo