Ini Akibatnya Jika Kecil-Kecil Dibiarkan Bawa Motor. Tergiur Rp 50.000, Motor...

Ini Akibatnya Jika Kecil-Kecil Dibiarkan Bawa Motor. Tergiur Rp 50.000, Motor Pun Dibegal..

587
Dua begal bersenjata pistol dilumpuhkan korbannya dalam adegan teatrikal hati-hati begal motor di kawasan Simpang Lima Sukoharjo, Rabu (4/3).

SRAGEN– Kejadian ini barangkali bisa menjadi pembelajaran bagi orangtua untuk tak sembarangan membiarkan anaknya yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor.Pasalnya, selain risiko keselamatan, kondisi anak di bawah umur yang membawa kendaraan bermotor juga rentan menjadi sasaran tindak kejahatan.

Seperti yang menimpa Yogi Rizki Pratama (15) siswa asal Dukuh Bodongan, Plupuh. Pelajar yang masih duduk di bangku SMP itu terpaksa harus merelakan sepeda motornya Honda Vario bernopol BM 2246 VQ dibegal oleh pria tak dikenal, Kamis (6/7/2017).

Menariknya, pelaku menggunakan modus berpura-pura menumpang kepada korban untuk diantar ke kantor kecamatan. Di tengah jalan, pelaku memberi uang Rp 50.000 sebagai upah dan kemudian mengelabuhi dengan berdalih meminjam motor menjemput temannya.

Aksi begal dengan modus iming-iming uang itu terungkap ketika korban melapor ke Polsek setempat, Jumat (7/7/2017). Di hadapan petugas, korban menuturkan aksi pembegalan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di jalan Somomorodukuh,Plupuh.

Baca Juga :  15 Kader Berebut Kursi Ketua DPC PDIP Sragen

Pagi itu korban dan temannya Erwin Saputra (15) tengah nongkrong di depan konter HP Bintas Emas Cell di Dukuh Mendingan, Plupuh. Tak lama berselang, datang seorang pria tak dikenal yang kemudian meminta tolong korban untuk mengantar ke balai desa Somomorodukuh.

Untuk meyakinkan, pelaku menjanjikan memberi upah Rp 50.000. Korban pun akhirnya tergiur dan mengiyakan. Pelajar itu lantas menyuruh temannya, Erwin, untuk mengantarkan pria paruh baya dengan ciri mengenakan pakaian batik dan kulit sawo matang itu ke balai desa.

Sesampai di tengah jalan, mendadak pelaku minta sepeda motor dihentikan dan bilang kepada saksi akan meminjam motor sebentar untuk menjemput temannya.

Karena tak curiga, saksi menurut saja dan menyerahkan motor kepada pelaku. Ternyata setelah ditunggu hingga satu jam, pelaku tak kunjung kembali. Korban yang curiga, kemudian meminta temannya mengantar ke balai desa.

Baca Juga :  Rekanan Endus Aktor Intelektual Dibalik Teror Penembakan di Sragen. Ada Motif Lain?

Karena motor sudah disikat pelaku, akhirnya korban bersama temannya langsung melapor ke Polsek setempat sekira pukul 14.00 WIB.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi mengatakan akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp 8 juta. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

“Jadi pelaku menggunakan modus mencari tumpangan dan minta diantar dengan iming-iming upah. Sesampai di jalan, motor dihentikan dan berpura-pura pinjam motor lalu tidak kembali. Korban dan saksi tidak sempat mengetahui identitas pelaku karena juga baru tahu serta tak menduga bakal ditipu,” jelasnya.

Atas kejadian itu, ia berharap masyarakat, utamanya remaja dan pelajar
lebih berhati-hati terhadap modus-modus tersebut. Selain tidak mudah percaya dengan orang tak dikenal, orangtua juga diharapkan bisa lebih mengawasi serta tak membiarkan putranya yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor. Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN