Ini Penyebab Warga Hancurkan Warung Kopi di Perbatasan Sragen-Karanganyar

Ini Penyebab Warga Hancurkan Warung Kopi di Perbatasan Sragen-Karanganyar

2414
Joglosemar | Wardoyo
DIHANCURKAN WARGA- Kondisi warung kopi yang digunakan aktifitas prostitusi dan judi milik Hirnoyang dirusak warga di Kedungjeruk, Mojogedang, Karanganyar, Jumat (7/7).

KARANGANYAR—Sebuah warung kopi (warkop) di perbatasan Sragen-Karanganyar, tepatnya di Dukuh Jatimulyo RT 1 RW XVIII, Desa Kedungjeruk, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar menjadi sasaran amuk warga, Jumat (7/7/2017) pagi.

Ratusan warga dari desa setempat dan warga Masaran yang berdekatan dengan lokasi warung, menghancurkan paksa bangunan warung milik Pawiro Sukarno alias Hirno (73) tersebut karena diketahui menjadi ajang prostitusi dan perjudian.

Penghancuran paksa dilakukan karena sebelumnya warga memergoki sejumlah pasangan mesum dan pekerja seks komersial (PSK) yang menyewa bilik-bilik di warung itu pada Kamis (6/7/2017) malam.

Kemarahan warga makin tak terbendung saat menemukan sejumlah warga yang juga menyewa tempat untuk berjudi di warung tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan, perusakan warkop berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB. Awalnya sekitar 300 warga dari Desa Kedungjeruk, Mojogedang serta Sepat maupun Krebet, Masaran, berkumpul di masjid setempat untuk melakukan ritual bancaan.

Baca Juga :  PILKADA KARANGANYAR 2018 : Baru Satu Nama Positif, PDIP Siapkan Survei

Setelah itu, secara spontan massa langsung bergerak menuju ke warkop milik Hirno untuk merobohkan warung yang telah digunakan untuk arena mesum dan judi itu.

Melihat kedatangan massa dalam jumlah besar, Hirno tak kuasa melawan dan akhirnya hanya bisa pasrah melihat warkop berukuran 6 x 5 meter persegi yang terbuat dari tembok, luluh lantak dihancurkan warga. “Warga ada yang bawa godam, linggis, dan alat-alat lain,” kata Tri Setiawan (35), salah satu warga.

Ia menguraikan, warga, Polsek, perangkat desa, hingga kades juga sudah berulang kali mengingatkan pemilik warung, namun yang bersangkutan tetap nekat melanjutkan usaha maksiatnya.

Perusakan paksa juga dilakukan lantaran sebelumnya pemilik warung juga pernah membuat surat pernyataan jika tempatnya masih dipakai untuk prostitusi, maka warungnya boleh dibakar.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Kamto menyampaikan warga resah dan tidak terima kampungnya dinodai dengan tempat mesum dan maksiat itu.

Baca Juga :  168 SD di Karanganyar Dilanda Krisis Jumlah Siswa

“Sebelumnya tadi malam (kemarin) warga sudah menggerebek di salah satu bilik dan ada pasangan mesum yang sedang melakukan hubungan seks. Di sisi lain, ada sekitar lima sampai enam orang yang judi juga di warung situ,” terangnya.

Ia menjelaskan aksi penggerebekan malam itu diawali dari kecurigaan warga adanya suara jeritan dan tangisan perempuan dari arah warung. Setelah diintai ternyata tangisan itu berasal dari seorang remaja putri asal Plupuh berinisial IP (17) yang sedang melayani pria paruh baya bernama Bambang Gunawan (44), asal Dukuh Dawangan, Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen.

Mendengar jeritan itu, warga langsung berkumpul dan mendobrak keduanya yang tengah dalam kondisi telanjang dan berbuat mesum. Semula keduanya hendak diarak, namun akhirnya hanya disidang di hadapan warga dan kemudian diserahkan ke Polsek Mojogedang.

Advertisements
1
2
BAGIKAN