Ini Salah Satu Penyebab Jalan dan Jembatan Rusak di Solo

Ini Salah Satu Penyebab Jalan dan Jembatan Rusak di Solo

132
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
JALAN RUSAK- Warga menghindari jalan berlubang di Jalan Profesor DR. Soeharso, Solo, Selasa (4/4). Jalan tersebut perlu segera di perbaiki karena dapat membahayakan pengguna jalan.

SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mengklaim banyak jalan kota dan jembatan yang rusak akibat dilewati kendaraan tonase besar.

Biasanya kendaraan tersebut melintas di Kota Solo malam hari. Ini bisa terlihat jalan di sekitar Pasar Legi yang sering rusak karena dilalui kendaraan berat.

“Sudah ada larangan kendaraan berat melintasi jalan kota. Mereka itu melintasnya malam hari,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Surakarta, Nur Basuki, Jumat (7/7/2017).

Ia mengatakan kondisi ini menyulitkan pemkot untuk melakukan pengawasan. Pasalnya kendaraan-kendaraan berat tersebut sudah parkit di kawasan tersebut.

Dampak dari kondisi ini, lanjut Nur, tak hanya merusak jalan tetapi juga jembatan. Padahal jalan dan jembatan yang ada dibangun dengan kekuatan untuk menahan beban kendaraan kecil saja.

“Kalau melintas tengah malam jam 2 atau 3 siapa yang mengawasi. Peraturan overboden untuk kendaraan berat tidak melintas di jalan kota itu sudah ada termasuk pemasangan rambu larangannya,” kata dia.

Lanjut dia, ke depan akan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk pengawasan dan penertiban angkutan bertonase besar yang melanggar aturan overboden. Jika itu dibiarkan maka akan membuat kerusakan jalan dan jembatan di Solo.

Nur menyebut kerusakan bisa dilihat pada jembatan Ringin Semar di Jalan Monginsidi Gilingan sebelah barat Hotel Asia. Jembatan di wilayah itu sempat berlubang dengan diameter kurang lebih satu meter.

“Sebelumnya bus dan truk tidak lewat situ. Tapi untuk menghindari viaduk Gilingan maka lewat situ. Dampaknya rusak, itu jembatan tua dengan platnya hanya 15 sentimeter. Ada juga (kerusakan) di jembatan sebelah selatan UTP (Universitas Tunas Pembangunan, red),” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Seksi Jalan dan Jembatan DPU PR Surakarta, Joko Supriyanto menyatakan sekitar 40 kilometer jalan di Solo kondisinya rusak berat dan ringan.

Perawatan dengan peningkatan kualitas jalan terus dilakukan. Tahun ini ada beberapa jalan yang sudah dikerjakan dan masih dalam proses.

“Tidak hanya jalan tapi juga perbaikan jembatan yang di anggap besar. Kami juga koordinasi dengan provinsi maupun pusat untuk perbaikan jalannya. Karena untuk jalan dengan status jalan provinsi atau pusat itu bukan tanggung jawab Pemkot,” pungkasnya.

Ari Welianto

BAGIKAN