JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Intip Goreng Solo Jadi Serbuan Pemudik, Apa Istimewanya?

Intip Goreng Solo Jadi Serbuan Pemudik, Apa Istimewanya?

86
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
DISERBU PEMBELI—Pekerja menggoreng intip di toko oleh-oleh Intip Pringgading, Surakarta, Jumat (30/6/2017). Banyaknya pemudik yang membeli oleh-oleh saat akan kembali ke tempat asalnya, membuat tempat penjualan oleh-oleh diserbu oleh pemudik.

Waktu pulang kampung telah usai, saatnya kembali keperantauan. Tentu tak mungkin kembali dengan tangan hampa. Sejinjing oleh-oleh patut dibawa, intip salah satunya. Oleh-oleh khas Solo ini diburu para pemudik sebelum kembali ke perantauan.

Salah satu tempat terkenal yang menjadi oleh oleh tradisional ini terletak di kampung Pringgading, Kelurahan Stabelan, Kecamatan Banjarsari. Tumpukan kerak nasi yang masih mentah itu tampak menggunung di muka di toko. Siapa sangka oleh-oleh berbahan dasar kerak nasi yang dimasak dengan kendil ini menjadi primadona para pemudik.

Mbah Yati (61) pemilik toko oleh-oleh intip goreng Pringgading mengungkapkan produksi intip goreng pada hari biasa menghabiskan 1,5 kuintal intip. Namun menjelang Lebaran produksi naik menjadi 2 kuintal. “Kalau setelah lebaran ini yang beli banyak, produksi biasanya dua kuintal malah bisa sampai tiga kuintal,” ujarnya, Jumat (30/6).

Tingginya permintaan oleh-oleh intip goreng membuat ia dan anak-anak serta karyawannya harus kerja lembur. Proses penggorengan bahkan dapat berlangsung lebih dari dua belas jam. Mulai jam 8 pagi hingga jam 8 malam. Meskipun demikian, ia tidak memanfaatkan momen Lebaran untuk mendulang keuntungan berlipat. Intip goreng Pringgading tetap dijual dengan harga sama.