JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Jogoboyo Tangen Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Jogoboyo Tangen Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

713
BAGIKAN
Suasana penggerebekan judi di Dukuh, Tangen yang satu diantaranya digawangi oknum jogoboyo. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN – Polres Sragen siap memproses tuntas kasus perjudian yang dilakukan empat warga di Dukuh Dukuh,  Desa Dukuh,  Tangen yang satu di antaranya Jogoboyo desa setempat.

Sang Jogoboyo, Joko Partono (40) dan tiga warga bakal dijerat dengan pasal perjudian yang ancaman hukumannya maksimal sampai 10 tahun penjara.

Hal itu disampaikan Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi,  Jumat (14/7/2017). Ia mengatakan setelah digerebek dua hari lalu,  sang Jogoboyo bersama tiga warga masih diamankan di Mapolres untuk menjalani pemeriksaan.

Terhadap keempatnya,  mereka bakal dijerat dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sampai 10 tahun penjara.

“Pasalnya 303 KUHP ancamannya maksimal 10 tahun,” paparnya, Jumat (14/7/2017).

Kasat Reskrim AKP Dimas Bagus Pandoyo juga menegaskan penggerebekan judi yang melibatkan perangkat desa itu merupakan wujud komitmen Polres dalam memberantas segala bentuk perjudian. Pihaknya juga mewanti-wanti tidak akan mentolerir segala bentuk judi dan memproses hukum siapa pun yang terlibat.

“Yang jelas,  anda berjudi,  siap-siap untuk tinggal di bui, ” tegasnya.

Joko Partono, perangkat yang bertugas menjaga keamanan desa itu dibekuk saat berjudi gonggong di sebuah rumah milik Paniyem di Dukuh Dukuh RT 2, Desa Dukuh, Selasa (10/7/2017) malam pukul 20.00 WIB. Ia digerebek bersama tiga warga masing-masing Sadimin (42), warga Dukuh Gragah RT 33, Suseni (39)

warga Dukuh Gendol RT 26, Desa Dukuh dan Sutrisno (39) warga Dukuh Dukuh RT 3, Desa Dukuh. Dari lokasi kejadian,  tim Reskrim mengamankan barang bukti uang taruhan sebesar Rp 3,35 juta,  dua set kartu ceki dan sarana untuk judi lainnya.

Terpisah, Kades Dukuh, Alif Murwantoro mengaku tidak menyangka anak buahnya itu bakal tertangkap kasus perjudian. Ia juga mengakui selama ini tidak pernah mendengar atau mendapat kabar soal perjudian yang melibatkan jogoboyonya itu.

“Kami baru tahu setelah dikabari katanya ditangkap polisi karena judi. Wong lokasi judinya itu jauh di tengah perkampungan,  kami juga nggak pernah tahu kalau ternyata ada judi di situ, ” paparnya.

Terkait kasus yang menimpa jogoboyo itu,  Pemdes sudah membuat laporan ke Kecamatan maupun Bupati untuk mendapat petunjuk. Pasalnya semenjak ditahan,  praktis jabatan Jogoboyo sementara kosong.

Kapolsek Tangen,  AKP Sartu mengakui memang sudah beberapa kali berpatroli dan memberikan peringatan.  Akan tetapi,  kemungkinan aksi judi mereka dilakukan sembunyi-sembunyi dan mencuri kelengahan.

Pasalnya ketika beberapa kali didatangi,  mereka tidak pernah berjudi dan hanya ditemukan main karambol, lalu main kartu tanpa uang sehingga tim Polsek kesulitan untuk menindak.

Wardoyo