JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Karanganyar Diguncang 101 Kali Bencana Longsor

    Karanganyar Diguncang 101 Kali Bencana Longsor

    219
    BAGIKAN

    KARANGANYAR– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
    Karanganyar melansir sebanyak 101 kejadian bencana tanah longsor sudah
    melanda sepanjang kurun Januari-Juli 2017 ini. Bencana ini menjadi paling menonjol dibanding bencana lain seperti banjir, kebakaran hingga penemuan mayat.

    Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana harian BPBD Karanganyar, Bambang Djatmiko saat memberikan paparan di hadapan tamu BPBD se-Provinsi Nangroe Aceh Darusallam, Rabu (26/7/2017). Bambang sempat mengutip pernyataan Gubernur Jateng bahwa wilayah jateng merupakan Supermarket bencana.

    Tidak terkecuali Karanganyar yang juga tercatat banyak kejadian bencana alam baik di sepanjang 2016 maupun 2017. Ia menyampaikan sampai Juli 2017 ini total ada 155 kejadian bencana dengan rincian 101 kejadian tanah longsor, angin ribut 12 kejadian, gerakan tanah 10 kejadian, banjir 5 kejadian, kebakaran 14 kejadian, rumah roboh 6 kejadian, dan kecelakaan atau penemuan mayat 7 kejadian.

    “Pak Gubernur bilang Jateng ini supermarket bencana. Tidak salah
    belajar dan melihat apa yang dilakukan di sini. Manage potensi kebencanaan. Kami lihat di sini seolah sudah bersahabat dengan bencana. Kami belajar bagaimana menyikapi dan mempersiapkan diri. Termasuk aturan santunan,” paparnya.

    Bambang melaporkan kejadian bencana alam selama 2016 juga terbilang cukup banyak mencapai 1.083 kejadian. Dari jumlah itu, kejadian banjir dan tanah longsor paling banyak. Kejadian tanah longsor sebanyak 256 kejadian, angin ribut 131 kejadian, gerakan tanah 6 kejadian, banjir 485 kejadian, kebakaran 176 kejadian, rumah roboh 14 kejadian, dan
    kecelaka atau penemuan mayat 15 kejadian.

    Terkait tingginya angka bencana dan kerawanan itu, pihaknya menyampaikan selama ini BPBD telah menjaring lebih dari 1.500 sukarelawan dan jejaring di Karanganyar menjadi ujung tombak penanganan kebencanaan. Menurutnya saat ini ada 1.474 sukarelawan dari 30 organisasi masyarakat (ormas) dan 177 orang jejaring tersebar di seluruh wilayah Karanganyar.

    ” Mereka ini yang membantu kami menangani masalah kebencanaan. Mereka
    memberikan informasi dari wilayah di sekitar ke kecamaran maupun langsung ke BPBD,” terangnya.

    Selain sukarelawan, dukungan dari perguruan tinggi di Jawa Tengah dan DIY membantu kerja BPBD. Dia memberikan contoh sejumlah perguruan tinggi, seperti UNS dan UGM memberikan bantuan alat early warning system (EWS) sebanyak haampir 15 unit.(Wardoyo)