Kasus Narkoba Rendah, Wonogiri Tetap Diimbau Waspada

Kasus Narkoba Rendah, Wonogiri Tetap Diimbau Waspada

49
Joglosemar I Aris Arianto
TETAP WASPADA- Pejabat BNN Provinsi Jateng bersama Muspida Wonogiri menyatakan perang terhadap Narkoba, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Senin (17/7).

WONOGIRI- Tingkat kasus penyalahgunaan Narkoba di wilayah Wonogiri sampai saat ini terbilang rendah. Kendati demikian,  hal itu tidak lantas semua pemangku kepentingan beserta warga wilayah ujung tenggara Jateng itu boleh bernafas lega.

Justru dengan adanya kenyataan tersebut mesti membuat Wonogiri tetap harus waspada. Terlebih Kota Mete itu berbatasan langsung dengan wilayah lain dengan tingkat penyalahgunaan Narkoba tergolong tinggi.

Kepala Bidang Penanggulangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng, Susanto mengatakan hal tersebut, Senin (17/7/2017).

Ia mengatakan hal itu setelah pelaksanaan uji urine pegawai negeri sipil (PNS)  Pemkab Wonogiri, serta setelah dilaksanakannya penandatanganan MoU antara BNN Provinsi Jateng dengan Bupati Wonogiri.

Kegiatan itu juga diisi dengan perjanjian kerja sama antara BNN Provinsi Jateng dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri.

Baca Juga :  Bupati Wonogiri Raih Penghargaan Wredatama Nugraha

Susanto mengungkapkan, penyalahguna Narkoba di Jateng saat ini mencapai sekitar 600.000 orang. Mereka berusia 10-59 tahun dan sebagian di antaranya dari kalangan pekerja dan pelajar. Adapun tingkat penyalahgunaan narkoba di Wonogiri memang tidak setinggi daerah lain di Jateng.

“Namun demikian bukan berarti (Wonogiri) lepas dari Narkoba. Apalagi Wonogiri dekat dengan Sukoharjo, Solo, Jatim dan Yogyakarta,” ungkap dia.

Warga dan semua pemangku kepentingan di Wonogiri, disebutkan dia harus selalu waspada. Intinya berjuang bersama memerangi narkoba.

Menurutnya, Bupati Wonogiri antusias bekerja sama dengan BNN. Bupati meminta tidak sebatas pada tes urine terhadap aparatur Pemkab. Namun aparatur Pemkab Wonogiri juga harus proaktif dalam menjalankan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4BN).

Baca Juga :  Bersenggolan Dengan Truk Dump, Mahasiswa Tewas di Jalur Ngadirojo-Purwantoro

Selain Wonogiri, uji urine dan penandatanganan MoU juga telah dilaksanakan di beberapa daerah. Antara lain Kota Surakarta, Semarang, dan Kabupaten Kudus.

Terpisah, Kapolres Wonogiri, AKBP Muhammad Tora mengatakan, kasus penyalahgunaan narkoba jenis amfetamin dan ekstasi di Wonogiri terbilang kecil, hanya sekitar delapan kasus sejak dia memimpin Polres Wonogiri. Sebagian besar merupakan pengguna yang membawa dari luar daerah, seperti dari Solo, Yogyakarta dan Jatim.

“Ada yang memakainya di Solo atau Yogya, sehingga pulang ke Wonogiri sudah dalam keadaan menggunakan,” kata Kapolres.

Sementara, sekitar 500 PNS di lingkungan Pemkab Wonogiri mengikuti tes urine di Graha Badan Kepegawaian Daerah Wonogiri, Senin (17/7/2017).

Uji urine melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng untuk mengetahui kandungan narkoba dalam tubuh.

Aris Arianto

BAGIKAN