Kasus Teror Penembakan Sragen, Jumlah Saksi Diperiksa Bertambah Jadi 15 Orang

Kasus Teror Penembakan Sragen, Jumlah Saksi Diperiksa Bertambah Jadi 15 Orang

716
Barang bukti senjata api, peluru dan perangkat lain yang digunakan dalam aksi teror penembakan sudah diamankan di Mapolres Sragen Sabtu (22/7/2017). Jogloemar/Wardoyo

SRAGEN– Penyidik Polres Sragen menyampaikan telah memeriksa
sebanyak 15 saksi dalam kasus teror penambakan yang dilakukan oleh tersangka berinisial SY alias KPK (40) warga Siwalan, Ngrampal bersama oknum TNI AU, MM (41) ke rumah rekanan Priyo Dwi Sambodo (36), sepekan silam. Jumlah saksi itu bertambah dari saat dilakukan pemeriksaan awal yang hanya sekitar 12 orang.

Penegasan itu disampaikan Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Dimas Bagus Pandoyo, Jumat (28/7/2017). Saat ditemui di Mapolres, ia mengungkapkan untuk mengembangkan kasus itu, penyidik sudah memeriksa sekitar 15 saksi.

Mereka diperiksa secara bertahap dan maraton sejak Senin (24/7/2017). Para
saksi itu berasal dari saksi korban, rekanan proyek yang sempat didatangi oleh pelaku SY, hingga Kepala DPU Sragen, Marija.

“Ada 15 saksi yang sudah kita periksa. Untuk pemeriksaan kita memang fokus ke kasus teror penembakan itu dulu,” paparnya.

AKP Dimas menguraikan dari keterangan yang diperoleh, menurutnya sejauh ini penyidik belum menemukan ada benang merah antara aksi teror yang dilakukan tersangka KPK dengan kelimabelas saksi yang sudah dipanggil. Pun dengan indikasi teror yang disebut-sebut terkait dengan kisruh lelang proyek di DPU, menurutnya belum ada arah ke situ.

Ia justru menyampaikan aksi teror itu terjadi lebih karena inisiatif dari tersangka KPK sendiri. Menurutnya tersangka juga sudah mengatakan sendiri bahwa teror itu didasari karena permintaan jatah tidak dipenuhi.

“Sejauh ini tidak ada benang merah antara si Kopek itu dengan 15 orang
yang sudah kita periksa. Tersangka sendiri juga mengatakan kalau dia minta jatah dari lelang proyek. Kasarannya jatah preman. Berapa mintanya belum tahu, yang penting bukti permintaan itu ada,” tandasnya.

Perihal pernyataan Kapolres akan mengusut tuntas kasus itu hingga ke hulu dan mengorek pemicunya, Kasat Reskrim menambahkan bahwa sejauh ini pemeriksaan yang dilakukan memang lebih fokus ke kasus terornya terlebih dahulu. Wardoyo

BAGIKAN