Kebakaran Landa Rumah Makan di Tasikmadu, Kerugian Capai Rp 30 Juta

Kebakaran Landa Rumah Makan di Tasikmadu, Kerugian Capai Rp 30 Juta

74
Ilustrasi

KARANGANYAR – Kebakaran hebat melanda Rumah Makan Gazebo di Dukuh Ngablak RT 3/10, Desa Papahan, Tasikmadu, Jumat (21/7/2017) siang.

Kobaran api yang diduga berasal dari korsleting listrik meludeskan rumah makan milik Teguh Suparman (34) warga Dukuh Ngablak RT 3/10, tersebut.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut karena saat kebakaran terjadi kondisi rumah makan dalam keadaan kosong. Namun, amukan si jago merah meludeskan bangunan rumah makan yang sebagian terbuat dari kayu dan bambu tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan, api diketahui pertama kali muncul pukul 14.30 WIB. Menurut salah satu saksi mata, Abdullah (30) warga Tegal Asri, Bejen, yang dalam perjalanan di dekat lokasi kejadian, dikejutkan dengan kepulan asap dan api yang membumbung tinggi dari arah lokasi rumah makan.

Baca Juga :  Kasus Main Hakim Sendiri Menghancurkan Warkop Mesum di Mojogedang, 17 Warga Bakal Terseret Jadi Tersangka

Kebakaran itu sempat memicu kepanikan di lokasi kursus mobil GAMA yang bersebelahan dengan rumah makan yang terbakar. Beberapa peserta kursus yang sedang berada di ruangan, langsung berhamburan keluar.

Tak lama berselang, tim pemadam kebakaran langsung tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Setelah berjibaku hampir dua jam, api baru bisa dijinakkan. Namun kondisi rumah makan sudah terlanjur ludes.

Baca Juga :  20 Petani Tawangmangu Gelar Aksi Jalan Kaki Untuk Temui Ganjar Pranowo

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri SImanjuntak mengungkapkan berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik atau korsleting di instalasi listrik yang ada di rumah makan tersebut.

Kondisi rumah makan yang kosong dan belum buka pada saat kejadian,
membuat api dengan leluasa melahap bangunan semi permanen yang ada di rumah makan tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu karena kondisi rumah makan sedang kosong. Namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 30 juta,” tuturnya.

Wardoyo

BAGIKAN