Kecelakaan Maut di Tikungan Jono. Digasak Pikap Ngeblong, 2 Pelajar...

Kecelakaan Maut di Tikungan Jono. Digasak Pikap Ngeblong, 2 Pelajar SMP Tanon Tewas Mengenaskan

2603
Petugas Polres Sragen saat melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan maut di tikungan Jono yang merenggut 2 pelajar SMP, Kamis (20/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Kecelakaan maut antara mobil pikap dan pengendara sepeda
motor terjadi di jalan Raya Sragen-Gabugan, tepatnya di tikungan Klinik Widjoyo Husodo Dukuh Cengklik, Desa Jono, Tanon, Kamis (20/7/2017) siang. Dua orang pelajar SMP asal Tanon tewas mengenaskan saat perjalanan pulang akibat digasak pikap dalam kecelakaan tragis tersebut.

Dua korban tewas adalah pengendara sepeda motor yang sama-sama masih berstatus pelajar SMP. Keduanya masing-masing Toufik Hidayat (14) pelajar kelas 2 SMP di Tanon asal Dukuh Ngamban RT 1, Desa Gawan, Tanon dan rekan yang diboncengkannya, Muh Fadli (14) pelajar asal Dukuh Gentanbanaran RT 1, Gentanbanaran, Plupuh.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan terjadi sekira pukul 12.30 WIB. Siang itu kedua korban berboncengan dengan sepeda motor Yamaha Alfa AD 4971 YB dengan Toufik berada di depan. Keduanya barusaja pulang dari sekolah dan karena bertetangga, mereka pun pulang bersama.

Menurut keterangan warga sekitar lokasi kejadian, motor dikendarai dalam kecepatan sedang melaju dari arah barat (Gabugan). Saat bersamaan, pikap L 300 bernopo H 1680 SS yang dikemudikan Sariyo Edy Santoso (36), warga Dukuh Getas, Wonosalam, Demak, melaju dari arah timur dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga :  Pulang Dari Masjid, Pensiunan PNS Syok Lihat Tas dan Dompet Isi Jutaan Rupiah Digasak Maling..

Sesampai dilokasi kejadian yang jalannya menikung tajam, mendadak pikap mengalami pecah ban dan kemudian oleng. Pecah ban itu membuat pikap mengalami selip dari kiri dan berbalik serong memotong ke arah kanan.

Karena kecepatannya tinggi, sopir pikap gagal mengendalikan laju mobil dan karena jarak terlalu dekat, pikap menggasak motor kedua pelajar itu tanpa bisa terhindarkan lagi.

Benturan hebat membuat motor korban ringsek dan keduanya jatuh terpental ke tengah jalan cor beton.

“Yang saya tahu tadi pikap dari timur kencang, pas mau menikung terlalu ke kanan. Lalu menabrak motor yang dinaiki kedua pelajar itu. Langsung press dan kedua siswa terpental dan luka parah. Kelihatannya meninggal semua. Motor juga remuk,” ujar Heri Kurniawan (24), warga Ngamban, Gawan, Tanon, yang mengetahui kejadian.

Petugas PMI dan PSCGDT saat menangani jenasah dua pelajar SMP yang tewas digasak pikap di RSUD Sragen, Kamis (20/7/2017).

Tak lama berselang, tim dari Polres bersama tim evakuasi dari PMI langsung tiba di lokasi untuk mengevakuasi kedua pelajar malang itu. Tim Polres juga mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan baik pikap maupun sepeda motor.

Kepala Markas PMI Sragen, Dwi Purwanto melalui Koordinator Sukarelawan, Endro menguraikan dari hasil visum, Muh Fadli yang berada di belakang mengalami patah leher, kepala, tulang rahang, dan pendarahan hebat serta langsung mengembuskan nafas terakhir di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Siswinya Diketahui Mabuk Berat, Pesta Miras 1 Siswi SMA Dengan 4 Pria di Waduk Ketro Tanon Diduga Dibumbui Pesta Syahwat

Sedangkan rekannya,Toufik yang mengalami pecah kepala belakang, patah tulang leher dan pendarahan, sempat dilarikan ke RSUD namun juga meninggal dunia.

Sedangkan sopir pikap mengalami luka robek bagian siku dan tangan serta hanya menjalani rawat jalan.

“Jenasah juga langsung diantarkan ke rumah duka tadi dengan ambulans PMI,” tuturnya.

Kasatlantas Polres Sragen AKP Dwi Erna Rustanti melalui Kanit Laka Iptu Sudarmaji membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan berdasarkan keterangan dari saksi-saksi dan olah TKP, kecelakaan dipicu oleh pikap yang melaju kencang dan mengalami pecah ban saat sampai di tikungan.

“Karena ban pecah, pikap oleng ke kanan dan menabrak sepeda motor korban yang melaju dari arah berlawanan. Yang satu tewas di lokasi kejadian, satunya meninggal di rumah sakit,” terangnya.

Sementara, saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Pihaknya masih menggali keterangan dan data-data dari saksi maupun korban untuk menangani kasus kecelakaan yang merenggut dua korban pelajar itu.(Wardoyo)

BAGIKAN