Kepala DPU dan Rekanan Pemenang Proyek DAK Sragen Diperiksa Polisi. Begini...

Kepala DPU dan Rekanan Pemenang Proyek DAK Sragen Diperiksa Polisi. Begini Reaksinya

878
Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus teror penembakan terhadap rumah rekanan proyek di Mapolres Sragen, Sabtu (22/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Komitmen penyidik Polres untuk menguak tabir pemicu munculnya insiden teror penembakan terhadap rumah aktivis LSM sekaligus rekanan pemenang proyek, Priyo Dwi Sambodo (36), agaknya bukan isapan jempol. Penyidik secara bergelombang mulai memeriksa saksi-saksi termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Marija yang diperiksa intensif di Mapolres, Selasa (25/7/2017).

Data yang dihimpun Joglosemar di Mapolres, ada dua saksi yang diperiksa kemarin. Masing-masing rekanan pemenang proyek DAK, Saiful Hidayat dan Kepala DPU, Marija. Keduanya diperiksa selama hampir empat jam secara maraton oleh penyidik Reskrim.

Meski datang hampir bersamaan, keduanya diperiksa secara terpisah oleh penyidik yang berbeda pula. Hal ini berbeda dengan pemeriksaan awal dimana saksi-saksi dan korban diperiksa secara bersamaan. Pemeriksaan kemarin berlangsung tertutup di ruangan penyidikan Reskrim.

Salah satu saksi yang kemarin dimintai keterangan, Saiful Hidayat mengatakan ia diperiksa sejak pukul 10.00 WIB hingga 13.30 WIB. Menurutnya pada pemeriksaan kemarin, penyidik memang awalnya menanyakan seputar aksi teror penembakan yang dilakukan SY alias KPK (40) bersama oknum TNI AU berinisial MM (41), Jumat (21/7) itu.

“Ya saya jawab sesuai apa yang saya dengar, saya lihat dan saya alami. Bahwa dua hari sebelum kejadian teror ke Dik Priyo (korban) itu, salah satu pelaku memang sempat datang ke rumah saya. Dia memang sempat seperti mengancam dengan bilang saya diminta mengerti,” ujarnya kemarin.

Baca Juga :  Enam Kepala Dinas Baru Sragen Tinggal Tunggu Pelantikan

Salah satu senior rekanan di Sragen itu juga merasakan ada nuansa lain dari penyidikan kemarin. Ia memandang penyidik memang berusaha mengembangkan kasus tersebut tidak hanya sebatas pada kasus teror saja, akan tetapi ingin mengusut benang merah munculnya teror dengan kejadian sebelumnya yang diduga punya keterkaitan.

Sementara, pemeriksaan Kadinas PU, Marija berlangsung hampir empat jam. Dia keluar dari ruang Reskrimsekitar pukul 13.30 WIB namun langsung masuk ke dalam mobil dinasnya. Yang bersangkutan tidak bisa dimintai keterangan atau dikonfirmasi perihal materi pemeriksaan hari itu.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Dimas Bagus Pandoyo mengungkapkan dua saksi tersebut diperiksa sebagai kelanjutan dari pemanggilan tiga saksi korban yang sudah dimintai keterangan sehari sebelumnya.

Menurutnya pemeriksaan kedua ini lebih bersifat pengembangan dari berita acara pemeriksaan (BAP) dari masing-masing saksi pada pemeriksaan awal. Ia menyampaikan pemeriksaan Saiful dan Marijakemarin hanya terkait dengan kejadian teror penembakan dan masalah
kekerasan terhadap barang yang dilakukan kedua tersangka.

Baca Juga :  Mengejutkan, Ini Barang-Barang Yang Ditemukan di Rumah Terduga Teroris Karangpandan, Karanganyar

Perihal materi pemeriksaan yang disebut sudah mulai mengarah pada benang merah proses lelang dan kekisruhan yang diduga memicu kemarahan tersangka, Kasat Reskrim enggan berkomentar. Menurutnya itu adalah bagian dari pengembangan pemeriksaan yang belum bisa disampaikan.

“Kalau soal perolehan senjata FN yang digunakan tersangka, pengakuan dari KPK itu milik dia. Kalau soal indikasi adanya jual beli atau penyewaan Sertifikat Keahlian Kerja (SKA) dan Sertifikat Keterampilan Kerja (SKT) saya malah belum tahu. Karena penyidik belum melaporkan hasil permintaan keterangan tadi. Yang jelas ini masih proses pengembangan. Nanti semua akan kami sampaikan setelah pengembangan selesai,” ujarnya.

Sementara perihal posisi tersangka KPK, sudah dipindahkan dari RSUD Sragen ke klinik Polres. Pemindahan dilakukan atas rekomendasi dokter RSUD yang menyampaikan sudah boleh dirawat jalan dan dimaksudkan untuk memudahkan proses penyidikan serta pengawasan.

Ditanya soal masih berapa lagi saksi yang akan diperiksa, AKP Dimas mengaku belum bisa menyampaikan. Sebelumnya, Kapolres AKBP Arif Budiman menegaskan penanganan kasus ini tidak akan berhenti pada sebatas kasus teror itu namun akan dikembangkan untuk menguak tuntas latar belakang dengan proses atau m kejadian sebelumnya yang dinilai punya keterkaitan. (Wardoyo)

BAGIKAN