JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Kontribusi PAD Hotel Mewah di Solo Stagnan

Kontribusi PAD Hotel Mewah di Solo Stagnan

43
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PAJAK HOTEL STAGNAN—Warga melintas di depan sebuah hotel di Surakarta, Jumat (28/7/2017). Anggota DPRD Kota Surakarta menyoroti pendapatan daerah dari pajak hotel mewah yang stagnan.

SOLO – Kalangan dewan mengeluhkan pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari hotel mewah tidak mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebaliknya, PAD dari hotel bintang tiga ataupun hotel tidak berbintang terus mengalami peningkatan.

Kondisi tersebut sangat berbanding terbalik dan disesalkan. Menurut Ketua Komisi III DPRD Surakarta, Honda Hendarto, pendapatan pajak yang bersumber dari hotel mewah atau bebintang empat ke atas hanya ditargetkan Rp 14,4 miliar setiap tahunnya.

“Dari jumlah target memang terkesan tidak ada peningkatan. Meskipun setiap tahun targetnya tercapai, namun pendapatannya terkesan stagnan. Berbeda dengan hotel bintang tiga ataupun hotel melati, yang dari segi pendapatan lebih sedikit namun tiap tahunnya ada peningkatan. Tahun ini saja target PAD dari hotel bintang tiga Rp 4,2 miliar,” urainya, Jumat (28/7/2017).

Sementara itu, capaian PAD tahun ini secara global pendapatan dari pajak hotel sudah tercapai 54,29 persen. Dari Rp 24 miliar yang ditargetkan dengan realisasi sudah mencapai Rp 13 miliar. Untuk realisasi tertinggi hingga bulan Juni dicapai oleh hotel bintang dua dengan 64 persen dari targetnya Rp 1,7 miliar. Sedangkan capaian terendah didapat hotel bintang tiga karena baru terealisasi 44,38 persen. Padahal hotel bintang tiga tahun ini ditargetkan Rp 4,2 miliar.

“Terkait hal itu, kami mengimbau dinas terkait yaitu BPPKAD (Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) untuk terus mengoptimalkan pendapatan. Khususnya pada OPD (organisasi perangkat daerah) penghasil, koordinasi harus terus dijalin untuk mengoptimalkan pendapatan,” imbuh Honda.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPPKAD Surakarta mengutarakan pihaknya telah berupaya mengoptimalkan pendapatan, khususnya PAD yang bersumber pada pajak hotel.

“Kondisi ini disebabkan hanya ada 10 hotel yang sudah menerapkan tapping box yang fungsinya agar hotel-hotel di Kota Solo ini dapat membayar tepat waktu secara online. Hanya saja untuk pelaksanaannya, tapping box ini mengandalkan pihak ketiga untuk alatnya,” tukasnya.  #Triawati Prihatsari Purwanto