JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Korban Rekrutmen Kelompok ISIS, Dua Keluarga Asal Tawangmangu Dideportasi dari Turki

Korban Rekrutmen Kelompok ISIS, Dua Keluarga Asal Tawangmangu Dideportasi dari Turki

112
BAGIKAN
MENGUNGSI—Sebuah keluarga meninggalkan Desa Al-Hud di selatan Mosul menuju ke Qayyarah, di tengah operasi ambil alih Mosul dari ISIS, Selasa (18/10).
Foto : Dok

KARANGANYAR– Dua keluarga asal Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, dilaporkan dideportasi dari Turki setelah terindikasi menjadi korban rekrutmen untuk bergabung dengan kelompok ISIS (Islamic State or Iraq and Syria).

Kedua keluarga itu kini sudah dipulangkan ke kampung halamannya bersama beberapa keluarga asal daerah lain seperti Masaran, Sragen beberapa waktu lalu.

Pemulangan dua keluarga yang terindikasi kuat hendak bergabung dengan ISIS itu terungkap dari data di Yayasan Prasasti Solo, sebuah yayasan yang konsen menangani pendampingan pemulihan ekonomi dan sosial dari para mantan korban-korban yang pernah tersangkut aliran radikal maupun terorisme.

Salah satu pegiat dari Yayasan Prasasti, Toyib kepada Joglosemar mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah berupaya melakukan pendampingan untuk pemberdayaan ekonomi bagi dua keluarga asal Desa Plumbon, Tawangmangu yang dipulangkan beberapa waktu lalu karena terindikasi bergabung dengan ISIS.

Dua keluarga itu satu di antaranya terdiri dari suami, istri dan tiga anaknya. Mereka berinisial J (suami), S (istri) dan tiga anaknya masing-masing TS, AA dan RA.

Mereka dipulangkan bersamaan dengan pemulangan sekeluarga berinisial AG (33) asal Desa Jati, Masaran, yang juga dipulangkan dari Turki karena bergabung dengan ISIS.

“Dari Sragen ada satu keluarga asal Masaran itu. Untuk Karanganyar ada dua keluarga asal Plumbon, Tawangmangu. Semuanya sudah dideportasi ke kampung halaman masing-masing. Data yang kami peroleh memang dideportasi karena tergabung ISIS. Tapi entah mereka sudah sampai Suriah atau masih di Turki, kami tidak mengetahui secara detail,” paparnya kepada Joglosemar, Minggu (23/7/2017).

Toyib menguraikan, berdasarkan riwayatnya, keluarga asal Tawangmangu itu memang memiliki ikatan dengan AG asal Masaran. Keikutsertaan mereka bergabung dengan ISIS juga berkat diajak oleh AG.

AG dan J merupakan teman lama yang dipertemukan kembali ketika tengah ramai soal ISIS beberapa waktu lalu. Kepada J, AG menawarkan mengajaknya bekerja ke Suriah dan diberi uang. J pun mengikuti dan mereka berangkat bersama AG.

“Tapi kami belum tahu apakah keluarga dari Tawangmangu itu memang sudah dipengaruhi secara ideology atau masih sebatas tergiur karena tawaran kerja saja. Kami ini hanya fokus untuk memberikan pendampingan agar mereka bisa kembali survive dari sisi ekonomi dan sosial,” jelasnya.

Untuk pendampingan pemberdayaan ekonomi itu, nantinya pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Sosial maupun instansi terkait di setiap daerah. Termasuk berkoordinasi dengan RT, RW atau pemangku kebijakan setempat.

Menurutnya, dari Yayasan akan membantu memberikan pemberdayaan, sedangkan yang mengawal nantinya dari Dinsos setempat.

Terpisah, Kepala Dinas Kesbangpolinmas Karanganyar, Agus Cipto Waluyo mengatakan secara resmi pihaknya belum menerima laporan secara detail perihal dua keluarga yang diderpotasi karena bergabung ISIS itu.

Menurutnya data itu bersifat sangat dirahasiakan dan merupakan kewenangan Badan Intelijen Negara (BIN).

Wardoyo