JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo KPPU Dorong Kemitraan Pengusaha Besar dan UMKM

KPPU Dorong Kemitraan Pengusaha Besar dan UMKM

28
BAGIKAN
Ilustrasi

SOLO – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebutkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) KPPU menyoroti ada jarak cukup besar antara usaha besar dengan UMKM. Di mana usaha besar terus tumbuh tanpa diikuti pertumbuhan UMKM.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan Indonesia memiliki 57,9 juta usaha. Dari angka tersebut, sekitar 99 persennya merupakan UMKM. Sedangkan 0,01 persennya adalah pengusaha besar. Namun 0,01 persen pengusaha besar tersebut menyumbang kontribusi 38,59 persen terhadap bruto.

“Maka dari itulah ada gap besar antara pelaku UMKM dengan pengusaha besar. Perusahaan besar dapat tumbuh dengan cepat tanpa diikuti pertumbuhan dari UMKM,” terangnya kepada wartawan, dalam acara Temu Publik Kemitraan antara Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dengan pelaku usaha di Surakarta, Senin (24/7/2017).

Maka dari itu KPPU mendorong hal tersebut dengan cara kemitraan yang adil, sehingga perusahaan besar dan kecil bisa tumbuh bersama. Salah satunya dengan memasukkan produk UMKM ke e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), yang selama ini dinilai hanya mengakomodasi barang-barang produksi perusahaan besar. Untuk itu KPPU telah bertemu dengan LKPP dan BPK membahas persoalan ini.

Selain mendorong UMKM masuk dalam e-katalog, KPPU juga melakukan penguatan UMKM melalui kemitraan antara UMKM dengan usaha besar. Langkah ini bertujuan menciptakan persaingan usaha yang sehat. “Kita akan pastikan kemitraan berjalan sesuai UU Nomor 20 Tahun 2008. Bahwa kemitraan itu saling memerlukan, mempercayai, memperkuat dan menguntungkan,” kata Syarkawi.

Sementara, Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan dirinya sudah lama mengusulkan agar pengadaan barang dapat diambil dari UMKM. Dia meminta pemerintah segera membuat regulasi yang memihak kepada UMKM. “Barang-barang yang sudah masuk e-katalog diproduksi perusahaan besar. Perusahaan kecil, mikro, koperasi, tidak bisa masuk karena sudah kalah di lelang,” terangnya.

 #Garudea Prabawati