Kronologi Bocah Asal Masaran Hanyut di Bengawan Solo

Kronologi Bocah Asal Masaran Hanyut di Bengawan Solo

290
Polsek bersama tim gabungan Basarnas, BPBD, MDMC, PMI, SAR Himalawu, SAR MTA, Poldes, PSC dan SAR UNS langsung tiba di lokasi untuk mencari jasad korban. Foto : Wardoyo

SRAGEN – Dua orang pelajar SD asal Desa Pilang,  Masaran hanyut saat menyeberangi sungai Bengawan Solo di wilayah setempar, Sabtu (8/7/2017) pagi.

Satu korban berhasil selamat setelah ditolong rekan-rekannya,  sedang satu lagi hilang terseret arus dan belum ditemukan.

Korban yang hanyut diketahui bernama Muhammad Ali Zais (12) asal Dukuh Pilang Tengah RT 15/3, Pilang,  Masaran. Pelajar yang baru lulus SD dan akan masuk ke SMP itu hanyut karena tak pandai berenang.

Informasi yang dihimpun di lapangan, insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.  Menurut keterangan warga, pagi itu sekitar pukul 10.00 WIB korban bersama lima temannya diketahui mandi bersama di Bengawan Solo, tepatnya di  wilayah Dukuh Pilang RT 9.

Baca Juga :  Tertimpa Dahan, Petani asal Gondang Sragen Ditemukan Pingsan dan Kepala Mengucur Darah

Mereka di antaranya Rizal (13), Muklas (13), Syaiful (14), korban dan dua bocah lainnya. Kebetulan kondisi debit sungai tak terlalu tinggi.

Selain mandi,  mereka kemudian bertolak menyeberangi sungai bersama-sama dari tepian Pilang hingga mendarat ke seberang di Dukuh Nglengki,  Desa Dari, Plupuh. Lebar sungai di lokasi kejadian sekitar 150 meter.

Polsek bersama tim gabungan Basarnas, BPBD, MDMC, PMI, SAR Himalawu, SAR MTA, Poldes, PSC dan SAR UNS langsung tiba di lokasi untuk mencari jasad korban. Foto : Wardoyo

Semula,  rombongan bocah itu terlihat berenang tanpa masalah. Namun sampai di tengah sungai,  dua orang yang paling kecil, yakni korban dan satu temannya, mendadak melambat dan kemudian timbul tenggelam karena diduga kelelahan.

Melihat itu, empat temannya yang lebih dewasa dan sudah SMP, bergegas menolong. Sayang,  satu bocah berhasil diselamatkan sampai seberang sedang korban gagal diselamatkan karena terlanjur hanyut.

Baca Juga :  Kenekatan Siswa SMP di Sragen Bakar Klinik Milik Orang Tua, Ternyata Ini Penyebabnya

“Sempat berusaha ditolong tapi nggak kecandak karena sudah terlanjur hanyut, ” ujar salah satu saksi,  Amin.

Tak lama berselang, warga langsung beramai-ramai menyisir lokasi namun jasad korban tak ditemukan. Kemudian tim Polsek bersama tim gabungan Basarnas,  BPBD, MDMC,  PMI, SAR Himalawu,  SAR MTA, Poldes, PSC dan SAR UNS langsung tiba di lokasi untuk mencari jasad korban.

Tim disebar untuk melakukan penyisiran dari lokasi kejadian dan sekitarnya. Namun hingga malam hari pukul 20.30 WIB,  belum juga ditemukan.

Koordinator Tim Sukarelawan PMI Sragen,  Endro menyampaikan pencarian sementara dihentikan tadi malam karena kendala selam arus landai,  banyak curing dan kondisi sudah gelap.  Pencarian akan dilanjutkan pagi ini mulai pukul 07.00 WIB.

Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN