JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Menengok MOS ala Smk Citra Medika Sragen, Calon Siswa Wajib Kromo Inggil

    Menengok MOS ala Smk Citra Medika Sragen, Calon Siswa Wajib Kromo Inggil

    324
    BAGIKAN
    Mengawali tahun ajaran baru,cara unik namun cukup humanis dilakukan sekolah ini untuk memperkenalkan sekolah dan lingkungannya. Para siswanya pun tampak bersemangat mengikuti. Foto : Wardoyo

    Mengawali tahun ajaran baru,cara unik namun cukup humanis dilakukan sekolah ini untuk memperkenalkan sekolah dan lingkungannya. Para siswanya pun tampak bersemangat mengikuti. 

    Masa Orientasi Sekolah (MOS) biasanya menjadi tahapan yang menghadirkan momok bagi calon siswa yang akan memasuki jenjang sekolah baru. Namun, hal itu barangkali tidak akan berlaku di SMK Citra Medika Sragen.

    Kesan menakutkan dan aneh-aneh yang biasanya kerap mengiringi MOS, hampir tak terlihat sama sekali. Sebaliknya, justru raut wajah senang, penuh semangat dan kebersamaan lebih mendominasi 190 calon siswa baru yang mengikuti MOS sejak Sabtu (15/7/2017).

    “Orang pintar tapi kalau sikapnya jelek, tidak akan terpakai karena perusahaan itu tidak hanya butuh orang pintar tapi juga berkarakter dan punya sikap baik. Makanya prestasi itu penting tapi attitude, unggah ungguh dan sikap juga perlu dijaga,” seru Kasek SMK Citra Medika Sragen, Nano Priyanto membakar motivasi ratusan calon siswa barunya.

    Sebagian calon siswa pun terlihat antusias mengikuti sesi pembekalan mental siang itu. Nano kemudian menjelaskan untuk mendapatkan kompetensi dan attitude yang baik, di sekolahnya yang membuka dua program keahlian yakni Farmasi dan Keperawatan, memang menerapkan sistem full day school.

    Lima hari belajar hingga pukul 16.30 WIB, sedangkan satu hari terakhir pada Sabtu, pembelajaran diganti dengan pelatihan soft skill dan ekstra kurikuler.

    Tak hanya menggeber kompetensi, calon siswa juga dikenalkan dengan program pembekalan karakter mulai dari yoga mentari pagi setiap 15 menit sebelum jam masuk, yel-yel bersama, doa bersama setiap ganti jam pelajaran, sedekah setiap bulan, hingga salat duha dan dzuhur bersama.

    “Lalu semua siswa wajib berjabat tangan dengan bapak ibu guru. Kemudian setiap pekan ada satu hari wajib pakai Bahasa Jawa Kromo Inggil, selain Bahasa Inggris dan Indonesia. Supaya apa, supaya kalian tahu unggah-ungguh. Bagaimana menghormati yang lebih tua,” jelasnya.

    Mengingat pentingnya unggah-ungguh dan sikap baik, Nano mengingatkan siswa yang kedapatan berkelakuan tidak baik, nantinya akan disiapkan kelas khusus sebagai bentuk pembinaan.

    Ia juga mendorong semua siswa mampu memaksimalkan potensi mengingat selama ini SMK yang dipimpinnya selalu meraih banyak prestasi dan lulusannya sudah diterima bekerja skala nasional bahkan ada yang diterima di 3 negara di Asean.

    Di tahun ajaran baru 2017/2018 ini, ada 190 siswa baru yang tersaring dari 270 pendaftar.

    Menurutnya selama MOS, calon siswa tidak ada perpeloncoan namun lebih dikenalkan dengan budaya, program sekolah serta pendidikan karakter yang ada di sekolah.

    Salah satu calon siswa, Alya Husna Ganih Pertiwi mengaku senang dengan program MOS yang dijalaninya di SMK Citra Medika.

    Selain pengenalan lingkungan sekolah, program penanaman sikap lewat jabat tangan, salat duha bersama, dan bahasa Kromo Inggil itu sangat bagus serta belum pernah ia terima di jenjang sekolah sebelumnya. “Bagus sekali untuk menanamkan karakter. Pokoknya menyenangkan lah,” tukasnya

    Wardoyo