JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Mengejutkan, Tes Urine Kanit Tersangka Bandar Sabu Mendadak Berubah Negatif, ...

Mengejutkan, Tes Urine Kanit Tersangka Bandar Sabu Mendadak Berubah Negatif, BB Sabu Berubah Jadi Tawas

2795
BAGIKAN
POSITIF NARKOBA—Hasil tes urine dua Kanit dan sipir LP Sragen yang menunjukkan hasil positif narkoba, ketika diperiksa sesaat setelah mereka digerebek berpesta sabu di gedung bekas kantor PBB BPPKAD Sragen, awal Mei silam. Foto : Wardoyo

SRAGEN– Tewasnya Jery Bian Sastro (35), tahanan kasus narkoba yang ditemukan tewas gantung diri di sel isolasi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Sragen saat Lebaran lalu, masih diiringi tabir soal misteri kejanggalan kasus jaringan peredaran sabu yang digawangi mantan Kanit Narkoba Polres Sragen, Aiptu AGS (42).

Tidak hanya pengakuan Jery yang mengungkap 26 paket sabu dibeli dari AGS, kejanggalan kasus sang Kanit juga terungkap ketika barang bukti tes urine dan BB sabu yang ditemukan di rumah sang Kanit, secara mengejutkan bisa berubah ketika sampai di Polda Jateng.

Ya, seperti yang banyak beredar, rumor soal keajaiban kontroversial perubahan BB urine dan sabu sang Aiptu itu ternyata memang benar adanya. Hasil tes urine yang saat awal diperiksa di Polres kedapatan positif, ternyata sampai di Polda bisa berubah menjadi negatif.

Pun dengan BB sabu sisa yang dikonsumsi saat kejadian oleh sang Kanit, mendadak bisa berubah dinyatakan sebagai tawas saat sampai di Polda. Perubahan ajaib nan mencurigakan ini terungkap dari berkas perkara almarhum Jery yang sempat dibuka di persidangan terakhir sebelum lebaran lalu di Pengadilan Negeri (PN) Sragen.

Kajari Sragen, Herrus Batubara melalui Kasie Pidana Umum,Dananjaya Widihartono, Selasa (4/7/2017) mengungkapkan dalam berkas perkara untuk terdakwa Jery, memang disebutkan bahwa ada perubahan hasil tes urine dan barang bukti pada terdakwa Aiptu AGS.

Tes urine AGS yang saat di Polres Sragen diketahui positif, bisa berubah menjadi negative ketika diujikan di Labfor Polda Jateng.

Selain itu, barang bukti sabu yang ditemukan tim saat menggerebek rumah AGS, di berkas perkara juga dicantumkan bahwa itu bukan sabu melainkan tawas. Namun,perihal perubahan itu,pihaknya tidak berwenang melakukan klarifikasi mengingat hal itu kewenangan dari penyidik Polda.

“Sampai saat ini kami juga enggak tahu berkas perkara Kanit itu sampai mana. Karena yang dilimpahkan ke kami hanya terdakwa Jery saja,” terangnya.

Perubahan mengejutkan itu pula yang sempat memantik kemarahan kerabat Jery yang menduga ada indikasi rekayasa dan sengaja mengorbankan Jery untuk menyelamatkan sang Kanit. Indikasi itu juga diperkuat dengan proses penanganan perkara Aiptu AGS yang hingga kini tak jelas dilimpahkan ke mana.

Padahal berkas perkara Jery sudah disidangkan di PN Sragen. HAN, salah satu kerabat Jery menengarai ada skenario menyelamatkan AGS, dengan menumpahkan semua BB ke Jery dan merubah urine AGS dari semula positif menjadi negatif.

“Apalagi sejak AGS mencokot banyak (ada 19) anggota Polres yang sempat dipasok dan sering makai sabu, perkara AGS seperti menghilang dan terkesan ditangani berbeda. Dan kabarnya kalau ditangkap Polda tapi tidak dilimpahkan ke daerah, biasanya itu diamankan, ” tukasnya.

Sayangnya, pihak Polres kembali tidak bersedia dimintai konfirmasi. Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso yang tinggal menunggu sertijab, juga tidak mengangkat handphonenya meski nadanya menunjukkan aktif. Wardoyo