JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Mengharukan, Penemuan Jasad Bocah SD Korban Bengawan Solo Diiringi Isak Tangis...

Mengharukan, Penemuan Jasad Bocah SD Korban Bengawan Solo Diiringi Isak Tangis dan Histeris

1298
BAGIKAN
Suasana haru dan isak tangis mengiringi kedatangan Tim SAR, PMI, BPBD, Polsek dan relawan saat mengantar jenasah bocah SD asal Pilang, Masaran yang terseret arus Bengawan Solo di rumah duka, Minggu (9/7/2017). Foto/Joglosemar

SRAGEN– Jasad bocah kelas VI SD asal Dukuh Pilang Tengah RT 12, Pilang, Masaran, Muhammad Ali Zais (12) yang tewas terseret arus Bengawan Solo, akhirnya ditemukan MInggu (9/7/2017) siang. Penemuan jasad bocah yang rencananya hendak masuk ke SMP itu langsung disambut tangis histeris dari kedua orangtua dan kerabatnya.

Jasad korban yang sempat hilang sejak Sabtu (8/7/2017) siang itu ditemukan
sekitar pukul 11.45 WIB. Ia ditemukan sudah tak bernyawa di dasar sungai Bengawan Solo pada jarak sekitar 200 meter dari lokasi awal ketika pertama kali diketahui hanyut.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Masaran, AKP Mujiono mengungkapkan jasad korban ditemukan setelah melalui pencarian sejak Sabtu (8/7/2017) siang hingga malam. Pencarian sempat dihentikan karena kondisi gelap dan medan yang agak terjal.

Setelah dilanjutkan kembali Minggu (9/7/2017) pagi, jasad bocah malang itu
berhasil ditemukan di jarak 200 meter dari lokasi awal hanyut. Saat ditemukan, kondisinya sudah meninggal dunia.

“DItemukannya jarak 200 meter di lokasi yang agak dalam. Sudah meninggal dunia, tadi langsung dievakuasi dan karena pihak keluarga sudah menerima sebagai musibah, jasad korban langsung diserahkan untuk dimakamkan,” papar Kapolsek, kemarin.

Menurutnya hasil tim identifikasi dari POlres dan tim medis dari Puskesmas memang tidak mendapati adanya tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban murni terseret arus saat berenang menyeberangi sungai Bengawan Solo dari Pilang menuju Nglengki, Dari, Plupuh bersama lima rekannya pada hari kejadian.

Sementara, pencarian kemarin melibatkan tim gabungan dari PMI, SAR MTA, SAR UNS, Himalawu, BPBD, POldes, Basarnas, hingga kepolisian. Sesaat setelah dievakuasi, jasad korban kemudian diserahkan ke kerabat.

Isak tangis dan histeris dari kerabat pun mengiringi kedatangan jasad bocah mungil tersebut. Bahkan, ibu korban sempat tak henti meratapi kepergian putranya yang dengan cara tragis tersebut.

Kepala Markas PMI Sragen, Dwi Purwanto melalui Koordinator Tim Sukarelawan, Endro menyampaikan pencarian lanjutan kemarin dimulai pukul 07.00 WIB dengan melibatkan puluhan relawan dari berbagai unsur dibantu oleh warga.

Seperti diberitakan, korban bersama lima temannya yang sebagian sudah duduk di bangku SMP, berniat renang menyeberangi sungai bengawan Solo secara bolak-balik pada Sabtu (8/7/2017) pagi pukul 10.00 WIB.

Nahas, karena tubuhnya paling kecil, korban tak sanggup mengikuti teman-temannya dan sampai di tengah sungai, tubuhnya mendadak hilang terseret arus. Meski beberapa temannya mencoba untuk menyelamatkan, tubuh bocah itu terlanjur hanyut.Wardoyo