Minim Rambu dan Pengaman Jurang, Tanjakan di Karanganyar Ini Dinilai Rawan Kecelakaan

Minim Rambu dan Pengaman Jurang, Tanjakan di Karanganyar Ini Dinilai Rawan Kecelakaan

94
Ilustrasi kecelakaan. Foto : Dok

KARANGANYAR—Polres Karanganyar menyatakan kawasan Jalan Raya Klerong, Jatisobo, Jatipuro yang menjadi lokasi kecelakaan tunggal minibus asal Wonogiri masuk jurang, Senin (17/7/2017), sangat rawan dan minim fasilitas pengamanan.

Tidak adanya pengaman di tepi jalan dan minimnya rambu peringatan di lokasi itu, dinilai menjadi kerawanan tersendiri.

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak melalui Kasat Lantas AKP Ahdi Rizaliansyah, Selasa (18/7/2017), mengungkapkan, berdasarkan hasil olah TKP dan pengecekan di lokasi kecelakaan minibus pengangkut rombongan tamu hajatan itu, di sekitar jalan tepi jurang memang tidak ada besi pengaman.

Baca Juga :  Istri Terduga Teroris Karangpandan, Karanganyar Pernah Menolak Ditanya Identitas oleh Kadus

“Lalu rambu-rambu peringatan juga minim. Ini yang menjadikan kerawanan tersendiri. Tapi kewenangan kita hanya memberikan usulan dan saran saja ke Pemkab,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak adanya pengamanan memang membuat jalur tanjakan itu rawan dan kendaraan akan langsung tergelincir jatuh ke jurang apabila mengalami kecelakaan.

Pihaknya berharap dinas terkait segera memetakan dan mengupayakan agar lokasi-lokasi yang rawan dan minim pengaman maupun rambu, bisa segera dipasangi.

“Nanti biar dipetakan oleh dinas terkait, apakah itu masuk jalur provinsi, kabupaten, atau nasional. Karena kewenangan pemasangan sendiri-sendiri,” tukasnya.

Seperti diberitakan, kecelakaan tunggal menimpa minibus pengangkut rombongan jagong (tamu undangan) asal Pracimantoro, Wonogiri di Jalan Raya Klerong, Jatisobo, Jatipuro, Senin pagi.

Baca Juga :  Misteri Terduga Teroris Karangpandan. Dikenal Jarang di Rumah, Warga Tak Tahu Profesinya

Minibus bernopol AD 1092 RD yang mengangkut 28 penumpang asal Desa Petirsari, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri itu terjun ke jurang sedalam 10 meter akibat tak kuat menanjak.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Dari total 30 orang yang ada di dalam bus, hanya 10 orang yang mengalami luka ringan dan satu tak sadarkan diri. Sedangkan 20 orang lainnya dipastikan selamat tanpa luka.

Wardoyo

BAGIKAN