JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Misteri Telepon KPK ke Rekanan di Sragen 2 Hari Sebelum Teror Penembakan

Misteri Telepon KPK ke Rekanan di Sragen 2 Hari Sebelum Teror Penembakan

1142
Mobil milik rekanan Priyo Budi Sambodo yang tertembus bekas peluru usai diberondong tembakan, Jumat (21/7/2017). Foto/istimewa

SRAGEN– Insiden teror penembakan yang menimpa rumah Priyo Budi Sambodo (36), warga Banjar Asri RT 4/10, Nglorog, Sragen, Jumat (21/7/2017) pukul 04.30 WIB seolah menguak tabir soal rentetan kejadian beberapa hari terakhir yang dialami rekanan pemenang proyek di Sragen. Salah satu rekanan pemenang proyek DAK, SH, menuturkan dua hari sebelum penembakan terjadi, dirinya sempat didatangi oleh SY alias KPK (40) yang kemudian diketahui sebagai aktor utama penembakan itu.

“Iya, dua hari lalu dia (KPK) datang ke rumah saya. Waktu itu hanya bilang minta mengerti. Itu saja, ” papar SH kepada Joglosemar, Sabtu (22/7/2017).

Namun SH tak menjelaskan apa maksud perkataan pelaku mengatakan minta mengerti. Akan tetapi ia menduga kalimat itu dilontarkan mengarahkan pada permintaan sesuatu atau jatah.

Tidak hanya datang, KPK juga sempat mengontaknya lewat telepon. Dalam teleponnya, KPK juga mengatakan hal yang sama yakni minta mengerti.

“Saya sebenarnya tahu mungkin arahnya juga ke itu (jatah) . Tapi jatah apa wong ini lelang saja masih proses. Proyek yang dikerjakan juga baru empat. Saya sendiri juga baru mulai pekerjaan. Kalau bahasanya minta fee atau jatah, jatah gimana saya juga enggak tahu, ” tukasnya.

Misteri telepon dan kedatangan KPK itulah yang kemudian ternyata berselaras dengan motif penembakan. Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat menggelar konferensi pers di Mapolres Sabtu (22/7/2017) menegaskan dari hasil olah TKP dan keterangan 12 saksi yang telah diperiksa, motif aksi teror penembakan itu terkait dengan rasa sakit hati pelaku.

“Jadi pelaku sakit hati, permintaan jatah fee untuk kegiatan lelang proyek tidak diakomodir, ” tegas Kapolres.

Soal kenapa teror diarahkan ke Priyo, Kapolres menyampaikan meski tergabung dalam LSM Topan, dari fakta yang diperoleh, yang bersangkutan ternyata juga diketahui sebagai salah satu rekanan yang memenangkan kegiatan lelang proyek di Sragen.

Sementara, saat ditemui wartawan saat kejadian, Priyo mengaku tidak mengenal pelaku dan merasa tidak sedang ada permasalahan.

“Saya enggak kenal dan nggak tahu pelakunya. Saya juga nggak ada masalah,” ujarnya. (Wardoyo)

BAGIKAN