JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Misteri Wasiat Terakhir PNS Satpol PP Sragen Sebelum Bunuh Diri. Isinya Bikin...

Misteri Wasiat Terakhir PNS Satpol PP Sragen Sebelum Bunuh Diri. Isinya Bikin Trenyuh..

8534
BAGIKAN
Petugas Identifikasi Polres Sragen saat olah TKP di lokasi tempat PNS Satpol PP yang bunuh diri dengan menggantung di Sambirejo, Jumat (28/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Misteri kasus penganiayaan sadis Agus Supriyo (44), PNS di Dinas Satpol PP Sragen terhadap istrinya, Sri Puji Astutik (35) alias Tutik, yang kemudian diakhiri gantung diri Jumat (28/7) perlahan mulai terungkap. Sebelum insiden itu terjadi, PNS asal Kampung Sumengko RT 1/12, Sragen Tengah itu ternyata diketahui sempat menitip pesan dan menulis wasiat kepada kerabat dekatnya.

Hal itu terungkap dari beberapa orang terdekat dan kerabat Agus yang sempat didatangi beberapa hari sebelum kejadian. Salah satu kerabat almarhum, WD, mengaku beberapa hari sebelum kejadian, ia memang sempat didatangi almarhum untuk menyampaikan curahan isi hatinya perihal nasib rumah tangganya.

Tak seperti biasanya, Agus saat itu juga melontarkan beberapa kalimat pesan yang seolah-olah menyiratkan akan pergi lama.

“Sempat datang dan bilang mau nitip mobil tapi saya enggak mau. Saya bilang kalau mobil ya dititipkan ke rumah Embah saja. Sedikit pun nggak terlintas kalau kemudian akan nekat begitu (bunuh diri),” ujarnya kepada Joglosemar, Senin (31/7/2017).

Tidak hanya pesan mengejutkan, yang bersangkutan juga sempat menulis beberapa pesan yang ternyata bakal menjadi wasiatnya. WD menuturkan dalam pesannya, almarhum intinya menitip agar membantu menjaga dan ikut merawat anaknya.

Yang membuat terkejut pula bahwa dalam kalimat pesan terakhirnya itu almarhum juga menitip pesan pembagian beberapa properti seperti mobil maupun harta bendanya untuk anak yang ditinggalkan. Meski sudah mencoba mengikhlaskan, namun keluarga hingga kini masih tidak percaya jika Agus bakal menempuh jalan pintas dengan nekat bunuh diri itu.

“Sampai sekarang kami masih belum percaya kalau akan nekat begitu (bunuh diri). Selama ini di mata keluarga, Agus itu orangnya sabar, penyayang, dan pendiam. Kalau ada anak saya nangis, mesti didekati dan dirih-rih kenapa kok nangis. Dia juga sering ngasih uang, enggak eman orangnya,” urainya.

Agus diketahui pernah menikah dan punya anak dengan istri pertamanya. Rasa cintanya yang berlebih ternyata berakhir tragis karena di tengah perjalanan, istrinya justru memilih meninggalkannya.

Upayanya membangun keluarga kembali hidup setelah bertemu Tutik yang berstatus PNS di RSUD Sragen. Dengan Tutik, Agus sudah dikaruniai satu anak berusia tiga tahun dan calon anak yang sedianya sudah mendekati kelahiran namun akhirnya gagal diselamatkan seusai penganiayaan Jumat (29/7/2017) malam.

Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Tasripin menegaskan tidak ada keanehan atau tanda-tanda keganjilan yang ditunjukkan almarhum sebelum kejadian. Menurutnya semuanya biasa saja, korban juga tidak mengeluh atau menunjukkan tanda-tanda putus asa atau keanehan lain.

Kapolres Sragen, AKBP Arief Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Dimas Pagus Pandoyo mengungkapkan sejauh ini dari hasil penyelidikan kepolisian, motifnya baru sebatas pada masalah rumah tangga korban. Perihal wasiat dan kemungkinan pemicu lain di rumah tangga mereka, ia menyampaikan belum mengetahui hal itu.

Menurutnya hingga kini tim masih menunggu keterangan dari istri almarhum, Tutik, yang masih dalam perawatan intensif. Kondisi korban yang masih parah dan belum memungkinkan untuk dimintai keterangan, memang membuat polisi masih belum bisa mengungkap motif pasti aksi penganiayaan dan bunuh diri yang dilakukan Agus. Wardoyo