JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Ngeri, Nenek 90 Tahun Nyaris Tewas Diserang Gerombolan Kera Liar. Dokter Sampai...

Ngeri, Nenek 90 Tahun Nyaris Tewas Diserang Gerombolan Kera Liar. Dokter Sampai Tak Tega Amputasi Kakinya Yang Hampir Putus

659
Tim Lazismu Sragen saat mengevakuasi Mbah Karinah ke RSUD moewardi Solo, Kamis (27/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Nasib tragis dialami nenek miskin asal Dukuh Gupal, Desa Warak, Karanggede, Boyolali, bernama Karinah. Nenek berusia 90 tahun itu nyaris tewas gara-gara dikeroyok dan dicakar segerombolan kera liar yang mendadak mengamuk di dekat rumahnya.

Penderitaan Mbah Karinah itu terungkap ketika mendapat kunjungan dari Lazismu Sragen ke RSUD Moewardi Solo, tempat nenek itu dirawat, Kamis (27/7/2017). Kedatangan Lazismu Sragen kemarin untuk memberikan bantuan kepedulian atas penderitaan yang dialami Mbah Karinah.

Tim Lazismu itu datang diwakili oleh beberapa pengurus salah satunya bernama Sari. Kepada Joglosemar, ia mengungkapkan aksi bantuan itu dilakukan setelah mendengar penderitaan Mbah Karinah yang kakinya nyaris putus akibat insiden amukan kera liar di wilayahnya beberapa waktu lalu.

“Saat ini Mbah Karinah dirawat oleh salah satu warga desa setempat yaitu Pak Teguh dikarenakan Mbah Karinah tidak memiliki sanak saudara lainnya. Karenanya kami tadi bersama MDMC Sragen menjemput Mbak Karinah di rumah Pak Teguh untuk dibawa kontrol di RSUD Moewardi,” papar Sari.

Saat di RSUD Moewardi, dokter menyarankan agar Mbah Karinah sering
menggerakkan kakinya agar tidak kaku dan lebih sering mengganti perban di bagian luka. Namun dokter tersebut, kata Sari, tidak menyarankan untuk dilakukan tindakan amputasi karena kondisi Mbah Karinah yang dinilai telah cukup umur.

‘Dokter tidak berani amputasi karena faktor usia Mbah Karinah,” jelasnya.

Sari menambahkan semua pengobatan yang dilakukan Mbah Karinah dibiayai oleh tim Lazismu Sragen. Setelah melakukan serangkaian pengobatan dan kontrol Mbah Karinah dibawa kembali ke rumah Pak Teguh.

Diakhir kunjungan, tim Lazismu memberikan bantuan uang tunai kepada Mbah Karinah yang diwakili oleh Pak Teguh untuk tambahan biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari Mbah Karinah.

“Terima kasih atas bantuan Lazismu kepada Mbah Karinah, semoga bantuan yang telah diberikan mampu menyembuhkan luka di kaki Mbah Karinah” ujar Teguh.

Ia kemudian menceritakan musibah tragis itu menimpa Mbah Karinah beberapa hari lalu. Kala itu, nenek yang tinggal sebatang kara itu tengah berusaha menghalau kera-kera liar yang mengamuk dan hendak memangsa ayam-ayam di samping rumah milik Sukimin, warga dekatnya.

Rupanya gerombolan kera itu tak terima dan balik menyerang Mbah Karinah secara membabi buta. Akibat cakaran dan gigitan kera-kera alasan itu, nenek renta itu terjatuh dan hanya bisa pasrah melihat pergelangan tangan dan kakinya dicabik-cabik oleh kera.

Nyawa nenek malang itu berhasil diselamatkan Sukimin yang kebetulan curiga mendengar suara gemuruh dari samping rumahnya. Saat membuka pintu, ia sudah mendapati Mbah Karinah dikerubuti segerombolan kera dengan wajah geram dan berusaha mencabik-cabik Mbah Karinah. (Wardoyo)

BAGIKAN