JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Oknum Penculik Anak di Sragen Terdeteksi 4 Orang. Sekolah dan Ortu...

Oknum Penculik Anak di Sragen Terdeteksi 4 Orang. Sekolah dan Ortu Diminta Waspada

499
BAGIKAN
Polisi saat menggelar rekontruksi percobaan penculikan anak di SDN Pantirejo, Sukodono, Sragen.

SRAGEN– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen mengeluarkan imbauan kepada semua sekolah utamanya di jenjang TK dan SD untuk meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan orang asing di lingkungan sekitar sekolah. Imbauan itu menyusul insiden percobaan penculikan yang menimpa siswi SD 15 Sragen, Devina Riski Nurgaheni alias Vina (12) Minggu (2/7/2017) pagi.

Plt Kadisdikbud, Suharto melalui Sekretaris Disdikbud, Suwardi mengatakan atas kejadian itu, pihaknya meminta semua sekolah utamanya SD dan TK untuk lebih waspada dan berhati-hati terhadap oknum orang tak dikenal. Sekolah juga diminta mengingatkan anak didik untuk tidak mudah tergiur tawaran jemputan orang lain selain keluarga yang belum dikenal.

“Kami sudah minta sekolah untuk menyosialisasikan ke anak agar hati-hati dengan orang yang belum dikenal. Kepada orangtua dan masyarakat kami juga berharap lebih mengawasi anak-anaknya. Jangan dibiarkan pergi sendirian atau jalan di tempat sepi,” paparnya Rabu
(4/7/2017).

Imbauan tersebut juga disampaikan mengingat kasus percobaan penculikan tak hanya kali ini terjadi.Akhir 2016 silam, rentetan kasus percobaan penculikan juga merebak di beberapa wilayah di Sragen hingga menimbulkan kecemasan di kalangan orangtua.

Di sisi lain, oknum pelaku percobaan penculikan terhadap Vina terdeteksi sebanyak empat orang pria. Mereka menaiki mobil Totoya Innova. Menurut Tri Hascaryanto (56), orangtua Vina yang berdomisili di Kampung Sidorejo RT 23, Sragen Wetan, dari keterangan putrinya,
pelaku masih muda dan diperkirakan berusia 30an tahun.

“Pelakunya empat orang laki-laki semua. Umurnya sekitar 30an lebih sedikit. Tapi anak saya waktu itu nggak sempat mengamati ciri-ciri karena dia sudah ketakutan dan berusaha berontak,” terangnya.

Hascaryanto menambahkan kondisi putrinya sudah berangsur membaik dan tidak setrauma pada hari kejadian. Ia sangat berharap kasus itu bisa diungkap para pelakunya. Selain itu, aparat juga diminta meningkatkan patroli terutama di lokasi-lokasi sepi serta rawan kejahatan seperti di jalan Ronggowarsito, Sragen Wetan.

Terpisah, Kasat Reskrim AKP Dimas Bagus Pandoyo mewakili Kapolres, menyampaikan saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Pihaknya sudah memintai keterangan namun untuk korban belum bisa
ditanya karena kondisinya belum memungkinkan. Wardoyo

Bagaimana pendapat Anda..?